HousingEstate, Jakarta - Banjir yang melanda banyak wilayah di Jabodetabek dan kota-kota lain di Indonesia saat pergantian tahun 2019-2020 lalu juga terjadi di kota baru atau township BSD City (6.000 ha), Serpong, Tangerang, Banten. Banjir terjadi di kawasan Laverde Serpong yang masuk wilayah Serpong Utara.

Menurut Suryanto Chandra, Department Head of Sales & Promotion Residential BSD City, banjir yang terjadi di BSD City tidak bisa diklasifikasikan umum menjadi BSD City wilayah rawan banjir. Kenyataannya, banjir yang terjadi di Laverde tersebut hanya sebagian kecil, dan itupun karena tanggul pembatas kalinya ada yang jebol sehingga air sempat menggenangi ke dalam kompleks perumahan.

“Bisa dilihat banjirnya hanya sebentar karena langsung surut lagi. Jadi kejadian ini bukan justifikasi kalau kawasan BSD City banjir. Justru dengan banjir ini masyarakat bisa melihat, seluruh kawasan BSD City tidak ada yang terdampak. Jalanan di dalam kawasan maupun akses ke berbagai lokasi lain tetap lancar yang membuktikan kalau kawasan BSD City memang dikembangkan dengan sangat baik,” katanya kepada housingestate.id saat peluncuran kawasan Tabebuya BSD City beberapa waktu lalu.

Bahkan, saat hujan besar turun hampir semalaman saat malam tahun baru hingga beberapa hari kemudian, seluruh sarana, fasilitas, dan pusat-pusat ritel di BSD City tetap beroperasi. Seluruh infratruktur jalan di dalam kawasan masih bisa dilalui dan tidak ada yang tergenang, sehingga aksesibiltas dari BSD City ke berbagai wilayah lainnya bisa ditempuh dengan baik.

“Jadi, banjir kemarin justru dampaknya sangat baik bagi kami, karena masyarakat bisa merasakan langsung di kawasan ini tidak ada masalah dan kendala terkait hujan lebat dan banjir. Khususnya akses ke mana-mana sudah terbukti mudah, dan itu jadi meyakinkan orang untuk memiliki hunian di sini,” tuturnya.