Jumat, Januari 23, 2026
HomeBerita PropertiYori Antar: Arsitektur Tradisional Kita Arsitektur Masa Depan

Yori Antar: Arsitektur Tradisional Kita Arsitektur Masa Depan

Majalah Asrinesia dan Vinoti Living yang bergerak di industri furnitur mengadakan  acara kumpul bersama dengan para arsitek dan desainer interior membahas  tema “Desain Kita Mau Dibawa Kemana”, akhir pekan lalu di Jakarta.

Acara yang dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun ke-23  Vinoti Living ini menghadirkan dua pembicara,  Arsitek Yori Antar dan Desainer Interior Diana Nazir. Pertemuan  dikuti peserta  dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Menurut President Director dan owner Vinoti Living Halisya Pramana, pertemuan ini diadakan untuk  mengenal  lebih dekat lagi dengan kalangan arsitek, desainer interior, desainer produk, kontraktor, serta pengusaha di bidang desain interior.

“Semoga pertemuan ini bisa  terjalin  terus diantara kita  terlebih saat ini kolaborasi menjadi sangat penting untuk bisa menghasilkan karya yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara menurut Diana Nazir yang juga pendiri kantor konsultan interior PT Artuara Insanindo, selama dua tahun  hidup di tengah-tengah pandemi Covid-19 telah membuat desain produk terpengaruh. Maka itu katanya lebih lanjut, situasi pandemi harus  dijadikan momentum untuk mengamati perkembangan tren desain dunia.

“Kita  harus melihat dan mempelajari sejauh mana perkembangan desain dan  proyek mana yang diterima  masyarakat,” katanya.

Diana juga menyebut tentang kekayaan khazanah desain Indonesia khususnya  produk lokal yang sarat akan budaya tradisional. Karya orisinal seperti ini  harus terus dikedepankan. Apalagi budaya kita yang mencerminkan karakter keindonesiaan yang kuat telah diterima dan diapresiasi  dunia internasional.

Arsitek Yori Antar  juga mengatakan bahwa kita harus fokus  melestarikan warisan arsitektur lokal dan mendokumentasikannya, disamping  harus membangun kembali arsitektur nusantara khususnya  rumah-rumah adat yang  kekayaan desainnya  terancam punah.

“Kita punya Desa Wae Rebo di Flores, desa adat Batak, Minang, Papua, Sumba, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya yang semuanya kaya akan warisan arsitektur lokal. Kekuatan desain ini bisa diadaptasikan untuk perlindungan  kesehatan penghuni dan aktivitasnya di saat  pandemi,” bebernya.

Yori Antar yang memiliki julukan Pendekar Arsitektur Nusantara ini juga menjelaskan, arsitek harus bisa memberi perhatian pada setiap desain hunian baru di era pandemi dengan tetap menjaga misi kelestarian dan keberlanjutan. Ia juga terus memperjuangkan supaya pembelajaran arsitektur lokal  bisa masuk ke kurikulum pendidikan arsitektur di perguruan tinggi.

“Arsitektur tradisional kita itu sebenarnya arsitektur masa depan. Masalahnya bagaimana tradisi itu bisa kita selamatkan, kita lestarikan, dan kita bawa ke masa kini hingga masa depan. Kalau kita berhasil membawa tradisi ini ke masa depan, maka kita akan bisa menjadi trend setter yang akan diikuti pihak lain,” pungkasnya. Sumber foto : Asrinesia

Berita Terkait

Ekonomi

Kata BI Ekonomi Global Tahun Ini Melambat, Ekonomi RI Makin Baik

Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang...

Diskon Tarif Transportasi Efektif Dongkrak Mobilitas Masyarakat di Akhir Tahun

Gune menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di akhir tahun, pemerintah...

Berita Terkini