Kamis, Maret 12, 2026
HomeBerita PropertiKampus Juga Diandalkan Berkontribusi Untuk Program 3 Juta Rumah

Kampus Juga Diandalkan Berkontribusi Untuk Program 3 Juta Rumah

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong kontribusi aktif dari kalangan akademisi untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan Fahri dalam acara diskusi bersama Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta awal pekan ini.

“Kami berharap dukungan akademisi khususnya dari UGM untuk terlibat dalam percepatan penyelenggaraan program perumahan, misalnya melalui pelibatan mahasiswa dalam mendesain prototipe bangunan dan pendampingan masyarakat dalam penyediaan hunian secara swadaya,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas mengenai berbagai kegiatan pengabdian Kampus UGM untuk komunitas sekitar. Salah satunya Lembah Code, Yogyakarta yang mensinergikan kegiatan Kementerian PKP dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk Menyusun rencana tindak lanjut dalam pengembangan model, media, dan modul pengembangan perumahan dan kawasan permukiman padat penduduk di kawasan perkotaan.

Fahri juga mengatakan, hunian adalah fondasi dari peradaban dan pendidikan manusia dan karena itu pemerintah menjadikan program 3 juta rumah untuk di desa, pesisir, dan perkotaan. Program yang besar dan kompleks ini harus bisa menghasilkan desain yang baik dan menjadikannya masif sehingga butuh dukungan dari semua pihak untuk membangun peradaban baru ini.

Lebih lanjut dikatakan, setidaknya ada tiga hal yang tengah dikerjakan KementerianPKP yaitu regulasi unutk melindungi dan mendorong pembangunan kerja kementerian yang masif, inisiatif kelembagaan salah satunya dengan mengaktifkan satgas, hingga mobilisasi sumber daya manusia dan anggaran.

Baca juga: Menteri Basuki Ajak Akademisi Ikut Pikirkan Perumahan

Ketua Dewan Guru Besar UGM M. Baiquni menambahkan, dalam kaitan dengan pengabdian masyarakat di sekitar kampus UGM telah melaksanakan berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Lembah Code dengan mengembangkan berbagai metode belajar dalam mempelajari dinamika kota.

“Diantaranya kami mempelajari perkembangan perumahan padat penduduk, manajemen lingkungan, sanitasi, hingga kesehatan masyarakat di Lembah Code. Dengan kegiatan ini kami ingin menyambungkan atau bersinergi dengan kebijakan (policy) yang ada di pemerintah suapay proses penataan kawasan perumahan dan permukiman bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Selain diskusi juga dilakukan kunjungan ke tiga lokasi Kali Code yaitu Komunitas Kampung Romomangun, Komunitas Kreatif & Kampung Mahanani Terban, dan Komunitas Kampus & Kampung Gemawang. Sinergi pemerintah dengan UGM diharapkan bisa mengembangkan model penataan kawasan permukiman padat penduduk yang akan diduplikasi di berbagai kota lainnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Sustainability Bond Tahap II Bank BJB Diminati, Target Rp2 Triliun Oversubscribe 4,66 Kali

Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat...

Yuk, Jadikan Dana THR Buat Passive Income

Setelah menerima dana Tunjangan Hari Raya (THR), ada baiknya...

Perbankan Ketar-Ketir Memandang Kondisi Ekonomi

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian...

Jelang Lebaran, Penjualan Eceran Meningkat Secara Bulanan dan Tahunan

Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dirilis, Selasa (10/3/2026),...

Berita Terkini