Milenial Suka Rumah Ramah Lingkungan, Begini Cirinya
Generasi muda merupakan kalangan produktif yang salah satu cirinya tanggap pada berbagai isu lingkungan. Hal ini juga berdampak pada preferensi kalangan ini dalam memilih huniannya yang harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Aspek sumber daya yang efisien, pengurangan limbah, penerapan desain, hingga penggunaan teknologi menjadi faktor penting yang harus diterapkan.
Mengutip website Sinarmasland, Minggu (20/04), beberapa ciri rumah ramah lingkungan antara lain:
Desain Berkelanjutan
Rumah harus dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan cahaya alami, bukaan luas untuk ventilasi alami, dan memanfaatkan energi matahari untuk pemanasan maupun pencahayaan.
Material Ramah Lingkungan
Penggunaan material bangunan dioptimalkan yang bisa didaur ulang atau terbuat dari bahan-bahan alami yang ramah lingkungan seperti kayu dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan, bahan daur ulang, atau material lain yang meminimalkan jejak karbon.
Efisiensi Energi
Rumah harus dilengkapi dengan teknologi dan peralatan yang hemat energi seperti lampu LED, perangkat elektronik dengan efisiensi energi, solar panel, dan lainnya.
Baca juga: Desain Hunian Terjangkau Ramah Lingkungan Ini Dapat Penghargaan Terbaik
Pengelolaan Limbah
Sampah dan pengelolaan limbah menjadi faktor penting dan hal ini harus diterapkan secara efektif. Pengelolaan dengan daur ulang sampah, penggunaan toilet ramah lingkungan dengan sistem pembilasan rendah air, dan berbagai hal lainnya yang tidak mengeksploitasi alam.
Taman dan Lansekap
Rumah harus memiliki taman yang dikelola dengan baik dan area lansekap yang memanfaatkan tanaman lokal. Taman bukan sekadar estetik tapi harus berfungsi optimal untuk menjaga lingkungan mikro kawasan.
Penggunaan Sumber Daya
Setiap rumah yang dibangun harus memperhatikan penggunaan air yang efisien termasuk penggunaan perangkat penyaring air maupun perangkat yang bisa mengurangi konsumsi air.
Isolasi Termal
Rumah juga harus dirancang dengan sistem isolasin termal yang baik untuk meminimalkan kebocoran udara dan meningkatkan efisiensi energi saat penggunaan alat pendingin maupun pemanas.
Baca juga: Ini Fitur-Fitur yang Membuat Netro Jadi Hunian Modular Cerdas Ramah Lingkungan
Akhirnya, konsep rumah yang ramah lingkungan bukan hanya meminimalkan dampak kerusakan lingkungan tapi juga untuk mengurangi penggunaan energi yang berdampak pada biaya operasional secara jangka panjang. Rumah dan kawasannya juga bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman untuk dihuni.
BSD City misalnya, dalam pengembangannya menerapkan konsep green development seperti bisa dilihat di berbagai klaster yang saat ini masih dipasarkan seperti Terravia, Tanakayu Vasya, Hiera BSD City, dan sebagainya. Beberapa ciri utama konsep green yang diterapkan antara lain hunian tropical resort, outdoor working space, smart home system, dan sebagainya.