Kamis, April 2, 2026
HomeBerita PropertiCore Perkenalkan Leviro Residences, Hunian Bergaya Scandinasian Pertama di Bali

Core Perkenalkan Leviro Residences, Hunian Bergaya Scandinasian Pertama di Bali

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indoneia terus meningkat pasca pandemi. Bali masih menjadi destinasi utama, mencapai lebih dari 75 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia.

Peningkatan kunjungan turis asing itu tak pelak mengerek kepercayaan investor, dan membuat harga properti di Bali meningkat, mencapai rata-rata 7 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.

Kawasan Badung Utara, termasuk Berawa dan Canggu, memimpin pasar properti Bali dengan pasokan mencapai 1.618 dan 1.609 unit, membuatnya menjadi kawasan dengan suplai properti terbesar di Bali.

Nilai sewa properti di Badung Utara pun terbilang tinggi. Hunian lima kamar tidur dapat disewakan hingga USD635 per malam, 17 persen di atas rata-rata pasar.

Menurut data Real Estate Indonesia (REI), harga lahan di Badung menunjukkan tren kenaikan yang konsisten, dengan estimasi mencapai Rp4 miliar per are (100 meter persegi), naik dari Rp2,6 miliar pada 2013.

Munggu sebagai bagian dari kawasan Canggu, muncul sebagai destinasi hunian yang menjanjikan. Mudah dicapai dari pusat-pusat aktivitas di Bali, namun lebih tenang karena jauh dari hiruk-pikuk kehidupan pusat kota.

Munggu menjelma sebagai kawasan unggulan, dengan permintaan tinggi dari pembeli internasional, yang pasca pandemi mencari kehidupan dan suasana kerja yang lebih kalem dan sehat.

Peraturan yang semakin ramah, seperti penyederhanaan proses kepemilikan properti bagi warga negara asing dan insentif visa, turut mendorong kenaikan permintaan pasar dari warga asing itu.

Baca juga: Munggu, Hot Spot Baru Investasi Properti di Bali

Core Concept Living mencoba menangkap peluang tersebut dengan memperkenalkan Leviro Residences, sebuah proyek residensial di Munggu yang diklaim akan mendefinisikan ulang standar hunian mewah di Bali.

Core (Community, Opportunity, Responsibility, and Excellence—Komunitas, Peluang, Tanggung Jawab, dan Keunggulan) menyebut dirinya perusahaan pengembang premium, yang berorientasi pada pembangunan hunian premium yang sesuai dengan preferensi global dengan tetap mengadopsi budaya lokal.

Core didirikan Shanny Poijes dan Victoria Fernandez, pasangan asal Swedia yang dinyatakan berpengalaman dua dekade di dua benua dalam pengembangan properti, desain interior, dan perhotelan butik bergaya Eropa.

Melalui Leviro, Core mengklaim akan menghadirkan hunian yang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sanctuary yang mendefinisikan ulang makna kehidupan di pulau tropis.

“Sebuah ekosistem tempat keluarga tumbuh, persahabatan terjalin alami, dan nilai jangka panjang tercipta dengan tenang namun pasti,” tulis Core melalui keterangan tertulis, Senin (4/8/2025).

Leviro akan menjadi residensial bergaya Scandinasian pertama di Bali, yang memadukan kesederhanaan desain Skandinavia, minimalisme Jepang, dan kehangatan tradisi dan budaya Bali.

Filosofi itu diwujudkan dalam desain ruang yang fungsional dan estetis, banyak bukaan, dan dibangun dengan material alami berkualitas seperti kayu solid, batu alam, dan interior buatan tangan.

Menurut Managing Director Core Concept Living Shanny Poijes, dikembangkan dengan kepadatan rendah di atas lahan 9.060 m2, Leviro akan menghadirkan vila-vila eksklusif yang dibangun dengan kecermatan desain arsitektural khas Nordik. “Tipe vilanya tiga, empat, lima, hingga enam kamar tidur,” katanya.

Baca juga: Core Tawarkan Hunian Mewah Bergaya “Scandinasian” di Bali

Proyek dirancang bekerja sama dengan ShaDesign, firma arsitektur lokal terkemuka yang dikenal dengan pendekatannya yang kontekstual dan kontemporer, guna menghadirkan pengalaman hidup global namun tetap membumi.

“Leviro bukan sekadar hunian, tapi gaya hidup yang memadukan desain modern Skandinavia dengan kehangatan dan jiwa Bali,” jelas Shanny Poijes.

Leviro akan dirilis resmi Oktober 2025, dan mulai dibangun pada kuartal pertama 2026, dengan target serah terima unit pada kuartal akhir 2027. Core Concept Living akan memulai proses penjaringan minat konsumen atau Expressions of Interest (EOI) pada 18 Agustus 2025.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Tekanan Global, Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif Kendati Mengendur

S&P Global mencatat, industri pengolahan atau manufaktur Indonesia masih...

Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Tanpa Putus

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan...

Ada Ramadan dan Idul Fitri, Tapi Maret Inflasi Semua Kelompok Barang Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (1/4/2026), inflasi Indeks...

Berita Terkini