Kamis, April 2, 2026
HomeNewsEkonomiSMI Sukses Terbitkan Obligasi-Sukuk dengan Permintaan Lebih dari Rp16 Triliun

SMI Sukses Terbitkan Obligasi-Sukuk dengan Permintaan Lebih dari Rp16 Triliun

PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI/Persero) secara resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multi Infrastruktur Fase IV Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Fase II Tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia, akhir November 2025 lalu.

Pencatatan ini menandai salah satu penerbitan utang domestik terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan dalam satu kali penerbitan. Dengan langkah ini kian memperkuat posisi SMI sebagai agen pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan aktivitas ekonnomi dan kesejahteraan nasional.

Tingginya minat investor terhadap surat utang SMI tercermin dalam permintaan yang melebihi Rp16 triliun, atau lebih dari empat kali lipat dari target penerbitan awal sebesar Rp4 triliun.

Hal ini tentunya menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para investor terhadap kinerja keuangan, tata kelola, maupun prospek bisnis perusahaan. Dengan memanfaatkan tingginya permintaan dan kondisi pasar yang menguntungkan itu, SMI mengoptimalkan nilai penerbitan menjadi Rp6,5 triliun.

Untuk instrumen obligasi, nominal yang diterbitkan adalah Rp4 triliun yang dibagi menjadi lima seri. Seri A memiliki tenor 1 tahun dengan kupon 5 persen, Seri B tenor 3 tahun dengan kupon 5,45 persen, dan Seri C tenor 5 tahun dengan kupon 5,75 persen.

Selain itu sebagai bagian dari upaya diversifikasi, SMI menerbitkan obligasi dengan fitur tanpa kupon untuk pertama kalinya yang terdiri dari Seri D dengan tenor 10 tahun dan yield 6,60 persen, dan Seri E dengan tenor 15 tahun dan yield 6,90 persen.

Pengenalan instrumen tanpa kupon ini menandai pencapaian signifikan bagi SMI dalam menyediakan pilihan investasi alternatif di pasar modal, khususnya bagi investor institusional dengan orientasi jangka menengah hingga panjang.

Baca juga: Investasi Obligasi Negara Ritel yang Dijamin Cuan

Sementara itu untuk instrumen Sukuk Mudharabah, nominal yang diterbitkan adalah Rp2,5 triliun yang terdiri dari dua seri: Seri A dengan tenor 1 tahun dan yield setara 5 persen dan Seri B dengan tenor 3 tahun dan yield setara 5,45 persen.

Penerbitan Sukuk Mudharabah menawarkan alternatif investasi yang kompetitif bagi investor yang menerapkan prinsip keuangan syariah sekaligus berkontribusi pada pengembangan dan pendalaman pasar keuangan syariah Indonesia.

“Respon positif dari investor terhadap penerbitan obligasi ini memperkuat posisi SMI sebagai Lembaga Pembiayaan Pembangunan (Lembaga Keuangan Pembangunan/LKM) dan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem pembiayaan infrastruktur di Indonesia,” ujar Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah dalam keterangannya yang dikutip Senin (15/12).

Dengan terus melakukan diversifikasi instrumen pendanaan seperti ini, SMI terus berupaya memberikan solusi pembiayaan yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan. Hasil dari penerbitan ini akan memperluas peluang pembiayaan untuk proyek-proyek prioritas hingga menciptakan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional.

Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan telah menerima peringkat AAA untuk obligasi dan AAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini juga mencerminkan dukungan kuat dari pemerintah sebagai pemegang saham dan posisi SMI sebagai pemain kunci di sektor pembiayaan infrastruktur, serta profil modal, likuiditas, dan fleksibilitas keuangan yang solid.

Baca juga: Bank BJB Ajak Masyarakat Investasi Cerdas Melaui SBN Ritel Mulai Rp1 Juta

Seluruh hasil dari penerbitan obligasi dan Sukuk Mudharabah, setelah dikurangi biaya penerbitan, akan dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berbagai proyek infrastruktur.

SMI tidak hanya menyediakan instrumen investasi yang kredibel dan menarik bagi investor tetapi juga menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk mendukung upaya perusahaan dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan, infrastruktur yang merata di seluruh wilayah, dan memberikan dampak positif yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Tekanan Global, Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif Kendati Mengendur

S&P Global mencatat, industri pengolahan atau manufaktur Indonesia masih...

Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Tanpa Putus

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan...

Ada Ramadan dan Idul Fitri, Tapi Maret Inflasi Semua Kelompok Barang Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (1/4/2026), inflasi Indeks...

Berita Terkini