Bisnis Perumahan Menjanjikan Untung Besar, Nih Tahapannya Kalau Mau Jadi Developer
Bisnis properti merupakan salah satu bidang usaha yang menjanjikan keuntungan besar. Pasar besar yang ditunjang dengan pembangunan proyek infrastruktur menjadi salah satu alasan berapapun rumah yang dibangun pasti bisa terserap pasar.
Karena itu bisnis pengembangan properti banyak menarik minat perusahaan developer. Tentu dibutuhkan strategi, rencana matang, hingga tahapan yang benar untuk memulai bisnis pengembangan properti, dari lahan kosong menjadi kawasan hunian yang lengkap dengan berbagai sarana penunjangnya.
Untuk menjadi developer bukan hanya membutuhkan modal besar tapi juga pemahaman terhadap regulasi hingga manajemen proyek. Dikutip dari laman Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) Jumat (02/01), berikut beberapa langkah penting bila kita ingin menjadi pengembang perumahan.
Pertama, pahami bisnis properti secara menyeluruh. Seorang developer harus memahami alur investasi, proses pembangunan, hingga strategi pemasaran agar dapat mengelola proyek secara efisien.
Kedua, bentuk badan usaha secara legal. Legalitas berbentuk PT atau CV menjadi syarat utama agar dapat mengurus perizinan, bekerja sama dengan lembaga keuangan, dan dipercaya oleh konsumen.
Langkah berikutnya, lengkapi dokumen dan perizinan seperti izin lokasi, site plan, PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), hingga perizinan lingkungan. Semua proses ini penting agar proyek perumahan dinyatakan sah secara hukum.
Baca juga: Kuota Rumah Subsidi Besar, Ada KUR Perumahan dan FLPP, Kontraktor Pun Kepincut Jadi Developer
Selain itu, lokasi proyek juga menjadi kunci kesuksesan. Lahan yang strategis, memiliki akses jalan yang baik, serta dekat fasilitas umum akan meningkatkan nilai jual perumahan yang akan kita pasarkan.
Dari sisi keuangan, calon developer perlu menyiapkan rencana pendanaan yang matang, baik dari modal pribadi, investor, maupun kerja sama dengan perbankan.
Tak kalah penting, bangun kerja sama dengan pihak terkait seperti perusahaan kontraktor, notaris, hingga asosiasi pengembang untuk memperkuat jaringan dan mendapatkan pendampingan.
Terakhir, jaga kualitas bangunan dan kepuasan konsumen. Kualitas hunian dan pelayanan purna jual menjadi faktor utama dalam membangun reputasi dan keberlanjutan usaha.
Dengan perencanaan yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi, bisnis pengembang perumahan dapat menjadi peluang besar yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.