Kamis, Januari 22, 2026
HomeNewsEkonomiDiskon Tarif Transportasi Efektif Dongkrak Mobilitas Masyarakat di Akhir Tahun

Diskon Tarif Transportasi Efektif Dongkrak Mobilitas Masyarakat di Akhir Tahun

Gune menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di akhir tahun, pemerintah mengoptimalkan kebijakan stimulus ekonomi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, melalui pemberian diskon tarif transportasi lintas moda.

Kebijakan itu dimaksudkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui peningkatan mobilitas, serta memperlancar arus pergerakan selama periode libur akhir tahun, dan menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional.

“Realisasi diskon tarif transportasi itu melampaui target pada sebagian besar moda, yang menunjukkan kebijakan stimulus berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto melalui keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).

Pada moda perkeretaapian, diskon tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar 30 persen, yang berlaku 22 Desember 2025-10 Januari 2026, mencakup 156 kereta api reguler dan 26 kereta api tambahan, dari target 1,5 juta penumpang, realisasi per 10 Januari 2026 mencapai 1,7 penumpang atau 112,6 persen dari target.

Pada moda angkutan laut, diskon tarif oleh PT PELNI sebesar 20 persen dari tarif dasar (di luar asuransi dan pas pelabuhan), memberikan manfaat rata-rata penurunan harga tiket sebesar 16–18 persen yang diterima penumpang.

Program berlaku selama 17 Desember 2025-10 Januari 2026 untuk tiket ekonomi dan seluruh kelas di seluruh trayek yang dilayani 25 kapal. Dari target 405 ribu penumpang, realisasi per 10 Januari 2026 tercatat sebanyak lebih dari 406 ribu penumpang atau 100 persen lebih.

Baca juga: Dorong Konsumsi Masyarakat, Pemerintah Gelar Festival Belanja dan Diskon Tarif Transportasi

Untuk moda penyeberangan, diskon jasa pelabuhan oleh PT ASDP Indonesia Ferry sebesar 100 persen, setara dengan sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata, yang berlaku selama 22 Desember 2025-10 Januari 2026 di 16 pelabuhan yang mencakup 8 lintasan, dari target 227 ribu penumpang dan 491 ribu kendaraan, realisasi per 10 Januari 2026 mencapai lebih dari 206 penumpang atau sekitar 90,9 persen, serta 465 ribu kendaraan atau sekitar 94,5 persen.

Sementara diskon tiket pesawat melalui PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan PJP2U dan PJP4U, serta pengaturan layanan advance dan extend dengan jam operasional bandara yang lebih lama, ditujukan untuk menurunkan tarif tiket pesawat sebesar 13–14 persen dengan asumsi jumlah penumpang mencapai 3,5 juta, hingga 10 Januari 2026 telah teralisasi lebih dari 3,7 juta penumpang atau 104,2 persen dari target.

“Kebijakan stimulus seperti diskon tarif transportasi, diharapakan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi 2025 yang ditargetkan 5,2 persen dan 2026 dengan target 5,4 persen,” tutup Haryo.

Berita Terkait

Ekonomi

Kinerja Manufaktur 2025 Jalan di Tempat, Penyerapan Tenaga Kerja Masih Payah

Industri pengolahan atau manufaktur adalah penopang terbesar pertumbuhan ekonomi...

Kadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar forum diskusi...

Harga Saham Bank BJB Menguat, Cerminkan Stabilitas dan Keyakinan Pasar

Memasuki awal tahun 2026, saham bank bjb menunjukkan momentum...

Berita Terkini