Sabtu, Februari 7, 2026
HomeNewsEkonomiMoody's Turunkan Prospek Utang RI, Rupiah Melemah

Moody’s Turunkan Prospek Utang RI, Rupiah Melemah

Bank Indonesia melaporkan Jumat (6/2/2026), pada akhir perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, nilai tukar rupiah di pasar dolar Jakarta (Jisdor) ditutup pada level (bid) Rp16.825 per dolar AS (USD).

Melemah 80 poin dibanding penutupan perdagangan Kamis pekan lalu, 29 Januari 2026, yang berada di level (bid) Rp16.745 per USD.

Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan turunnya imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) terbitan pemerintah RI tenor 10 tahun ke level 6,30 persen.

Serta menguatnya indeks dolar AS atau DXY ke level 97,82, dan turunnya yield US Treasury (UST) Note 10 tahun ke level 4,180 persen, yang mengindikasikan meningkatnya permintaan terhadap surat utang terbitan pemerintah AS itu.

Pada awal perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, rupiah dibuka makin melemah 25 poin ke level (bid) Rp16.850 per USD, dan ditutup kian longsor pada akhir penutupan perdagangan ke level Rp16.887, kendati yield SBN, surat utang yang banyak dibeli investor asing di Indonesia, naik ke level 6,37 persen.

​Para pengamat menyatakan, penurunan outlook (prospek) surat utang RI atau sovereign credit rating oleh lembaga pemeringkat global Moody’s, menjadi pemicu utama pelemahan rupiah.

Selain itu ada juga pengaruh melonggarnya pasar tenaga kerja AS, yang membuat ekspektasi penurunan suku bunga acuan lebih awal oleh bank sentral AS The Fed, yang akan membuat ekonomi AS tumbuh lebih tinggi.

Baca juga: Modal Asing Makin Banyak Kabur, Terutama di Saham, Tapi Rupiah Kian Menguat

Aliran modal asing portofolio, salah satu faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, sudah kembali masuk ke pasar modal RI.

Sepanjang 2-6 Februari, Bursa Efek Indonesia mencatat nilainya mencapai Rp944,31 miliar (beli bersih), kendati secara total sepanjang 2026 (hingga 6 Februari), asing masih mencatat jual bersih Rp11,02 triliun di pasar saham.

Sementara untuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, sepanjang 2-5 Februari 2026, BI mencatat asing transaksi neto Rp4,98 triliu​n dan setelmen neto Rp2,39 triliun.

Sedangkan untuk SBN, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan belum merilis data transaksinya oleh asing selama 2-6 Fberuari 2026.

Berita Terkait

Ekonomi

BRImo Digunakan 45,9 Juta User, Perkuat Struktur Dana Murah

Bank BRI mencatatkan penguatan transformasi digital yang terus dilakukan...

Berita Terkini