Jumat, April 3, 2026
HomeNewsEkonomiPerkuat Jaringan Pembayaran Lintas Negara, BI Bergabung dalam Proyek Nexus

Perkuat Jaringan Pembayaran Lintas Negara, BI Bergabung dalam Proyek Nexus

Demi memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara, Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dalam proyek Nexus. BI akan turut mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lain di ASEAN.

Yaitu, Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI).

“Keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (2/2/2026).

Menurut Perry, Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi.

Selain itu, keterhubungan pembayaran antarnegara yang makin terpadu dan tanpa hambatan, juga dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan.

Proyek Nexus merupakan insiatif Bank for International Settlements (BIS) pada 2021, untuk meningkatkan kelancaran pembayaran lintas negara, dengan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems/IPS) setiap negara.

Pada 2025, proyek Nexus telah memasuki fase implementasi yang ditandai dengan pendirian Nexus Global Payments (NGP) oleh beberapa bank sentral.

BI yang sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer, kini menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi penuh sebagai anggota Nexus, dan akan mengembangkan sistem pembayaran instan BI FAST untuk dapat terhubung dengan Nexus.

Baca juga: Setelah Jepang, QRIS Segera Bisa Dipakai di Tiongkok

Interkoneksi BI-FAST dengan Nexus diharapkan memperkuat efisiensi dan keterjangkauan transaksi lintas negara, dan memperkuat inklusi keuangan.

Inisiatif ini dilakukan untuk mendukung kepentingan nasional dengan tetap menjaga kedaulatan, dan memastikan proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri.

Langkah BI ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity yang dicanangkan ASEAN pada 2022.

Penguatan konektivitas ini diharapkan mewujudkan pembayaran antar negara yang lebih efisien dan terjangkau, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan. Sinergi BI dan NGP mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan G20.

“Ke depan, BI akan terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui penguatan kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi,” ujar Gubernur Perry.

Baca juga: Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Melesat, Tapi di ASEAN Masih Kecil

Apa itu Nexus?
Sebagaimana telah disinggung di atas, proyek Nexus adalah inisiatif global yang dipimpin BIS Innovation Hub untuk mengembangkan infrastruktur pembayaran instan lintas negara.

Proyek ini menghubungkan sistem pembayaran domestik (seperti QRIS di Indonesia) secara langsung, memungkinkan transaksi instan yang lebih cepat, murah, dan aman di ASEAN dan global.

Nexus akan memudahkan dan menyederhanakan pembayaran antarnegara, bagi wisatawan dan UMKM misalnya, tanpa harus menukar uang tunai atau menggunakan perantara perbankan yang mahal.

Standarisasi metode konektivitas, memungkinkan satu koneksi ke Nexus dapat terhubung ke banyak negara, berbeda dengan perjanjian bilateral konvensional yang rumit.

Jadi, proyek Nexus menjadi jembatan yang menghubungkan sistem pembayaran digital lintas negara, memungkinkan pengguna memindai QR Code lokal untuk membayar transaksi di negara anggota. Saat ini proyek Nexus didukung 6 bank sentral yang disebutkan di atas. Proyek ditargetkan rampung pada 2027.

Bagaimana dengan QRIS?
Nexus tidak bersaing dengan QRIS, melainkan memperluas jangkauannya. QRIS tetap akan digunakan untuk bertransaksi oleh konsumen Indonesia, namun ketika terhubung ke Nexus, QRIS bisa digunakan di luar negeri dengan pengalaman yang sama seperti di Indonesia.

Selain lebih efisien secara biaya dan waktu, pendekatan Nexus juga lebih inklusif. Pasalnya, tidak semua pengguna memiliki akses ke layanan perbankan internasional atau dompet digital global seperti PayPal. Namun dengan Nexus, pengguna cukup memiliki akun di sistem domestik, tapi bisa langsung bertransaksi lintas negara.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini