Minggu, Februari 8, 2026
HomeNewsEkonomi1.236 Manufaktur Berproduksi Pertama Kali Tahun Ini, Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

1.236 Manufaktur Berproduksi Pertama Kali Tahun Ini, Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, investasi di sektor manufaktur tetap tumbuh dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dari realisasi kapasitas produksi baru serta indikator investasi riil lainnya.

Hal itu dinyatakan Kemenperin menanggapi sejumlah pihak yang meragukan keberlanjutan investasi manufaktur. Kemenperin menilai pandangan tersebut kurang tepat dan tidak sepenuhnya mencerminkan data faktual.

Berdasarkan data Kemenperin per 15 Januari 2026, terdapat 1.236 perusahaan industri yang telah menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap berproduksi untuk pertama kali tahun ini.

Kehadiran kapasitas produksi baru ini menjadi bukti konkret, investasi manufaktur bukan hanya tumbuh, tapi juga direalisasikan secara nyata di sektor riil.

Investasi industri 2026 itu, diharapkan menyerap tenaga kerja baru sebanyak 218 ribu orang. Industri baru ini merupakan relokasi dari luar negeri, ekspansi atau investasi baru, yang diharapkan menaikkan PDB (Produk Domestik Bruto) dan menjaga momentum pertumbuhan manufaktur di atas lima persen. Manufaktur adalah penopang utama pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi sekitar 20 persen.

“Masuknya investasi ke sektor industri tidak bisa dinilai hanya dari satu indikator. Fakta lebih dari seribu industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan, investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief dalam keterangannya di Jakarta pekan lalu.

Baca juga: Awal Tahun PMI Manufaktur Ngegas, Pesanan Baru dan Produksi Meningkat, Pengusaha Lebih Pede

Febri menambahkan, anggapan bahwa investasi manufaktur tidak tumbuh, juga bertentangan dengan data ekspor-impor terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan, impor barang modal pada 2025 tumbuh di atas 34,66 persen dibanding 2024.

Impor barang modal tersebut terutama berupa mesin dan peralatan mekanis, yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas investasi baru dan perluasan kapasitas produksi atau ekspansi industri.

“Peningkatan signifikan impor barang modal, khususnya mesin dan peralatan mekanis, menjadi indikator kuat investasi manufaktur justru tumbuh pesat sepanjang 2025. Ini menunjukkan industri sedang melakukan ekspansi dan modernisasi kapasitas produksi,” jelas Jubir Kemenperin.

Baca juga: Januari Kepercayaan Industri Cetak Rekor Tertinggi, Produksi Melonjak

Kementerian Perindustrian menilai, indikator berbasis aktivitas riil, seperti jumlah perusahaan yang mulai berproduksi, realisasi investasi, serta impor barang modal, memberikan gambaran yang jauh lebih komprehensif mengenai kondisi investasi manufaktur dibandingkan indikator berbasis survei semata.

Ke depan, Kemenperin terus mendorong penguatan iklim investasi industri melalui kebijakan hilirisasi, pengembangan kawasan industri, transformasi industri 4.0, serta penguatan pasar domestik dan ekspor, guna memastikan investasi manufaktur tidak hanya tumbuh, tapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap perekonomian nasional.

Berita Terkait

Ekonomi

Moody’s Turunkan Prospek Utang RI, Rupiah Melemah

Bank Indonesia melaporkan Jumat (6/2/2026), pada akhir perdagangan Kamis,...

Berita Terkini