Minggu, Februari 8, 2026
HomeNewsEkonomiAwal Tahun PMI Manufaktur Ngegas, Pesanan Baru dan Produksi Meningkat, Pengusaha Lebih...

Awal Tahun PMI Manufaktur Ngegas, Pesanan Baru dan Produksi Meningkat, Pengusaha Lebih Pede

S&P Global dalam laporannya pekan lalu mengungkapkan, industri pengolahan atau manufaktur Indonesia mencatat peningkatan berkelanjutan pada awal tahun 2026.

Output (produksi barang) dan pesanan baru meningkat dengan laju lebih cepat pada Januari 2026, dengan pesanan baru memperpanjang periode ekspansi selama enam bulan berturut-turut sejak Agustus 2026.

Kenaikan permintaan yang positif, juga mendorong perusahaan meningkatkan aktivitas pembelian dan persediaan guna mengantisipasi arus pesanan baru.

Perusahaan yang disurvei S&P Global juga menyatakan, tingkat pekerjaan yang belum terselesaikan terus meningkat seiring kenaikan permintaan yang diperparah penurunan penggunaan tenaga kerja.

Sementara optimisme pelaku industri terhadap prospek produksi dalam 12 bulan mendatang, menguat pada Januari, dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2025.

Semua itu tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Januari sebesar 52,6, naik cukup signifikan dibanding Desember 2025 sebesar 51,2, yang menunjukkan kondisi bisnis di sektor manufaktur makin menguat.

Indeks di atas 50 menunjukkan manufaktur berekspansi, sedangkan di bawah 50 kontraksi. Selama enam bulan terakhir, PMI manufaktur Indonesia berada di zona ekspansi.

Data survei terkini S&P Global menunjukkan, ekspansi berkelanjutan dalam pesanan baru pada Januari 2026 di industri pengolahan RI. Kenaikan permintaan didorong pasar domestik, sementara permintaan pasar global (ekspor) menurun selama lima bulan terakhir akibat pengenaan tarif resiprokal oleh AS.

Sejalan dengan kenaikan permintaan baru, produksi juga meningkat pada Januari. “Output naik selama tiga bulan berjalan, dan merupakan yang tercepat kedua dalam 11 bulan terakhir,” tulis laporan S&P Global.

Baca juga: Penghujung 2025 Manufaktur RI Mengendur

Kenaikan produksi dan permintaan yang membaik, mendorong perusahaan menaikkan pembelian input selama enam bulan berturut-turut.

Perusahaan yang disurvei juga melaporkan upaya menaikkan inventaris pra dan pasca produksi, untuk mempersiapkan kenaikan produksi di tengah permintaan yang terus meningkat.

Namun, dari sisi pasokan, waktu tunggu rata-rata input meningkat tajam dalam kurun waktu lebih dari empat tahun, akibat cuaca buruk yang membebani kinerja para pemasok.

Responden percaya, pertumbuhan akan terus berlanjut dengan kepercayaan diri tentang perkiraan output 12 bulan
mendatang, akan naik dari kondisi Desember 2025 dan menjadi yang paling tinggi dalam 10 bulan.

Sementara tingkat pekerjaan yang belum terselesaikan meningkat selama tiga bulan berturut-turut, bersamaan pesanan baru yang masuk yang terus naik sehingga menekan kapasitas.

Tekanan kapasitas diperparah oleh penurunan pengunaan tenaga kerja pertama kali dalam enam bulan. Namun, penurunannya tergolong marginal.

Baca juga: November PMI Manufaktur Indonesia Catat Angka Tertinggi, Didorong Lonjakan Pesanan Baru

Usamah Bhatti, ekonom S&P Global Market Intelligence, menyatakan, manufaktur Indonesia sedikit membaik pada Januari, didorong peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru.

Ekspansi didorong oleh perekonomian domestik, karena permintaan ekspor baru masih mengalami kontraksi berkelanjutan.

“Perusahaan (yang disurvei) yakin, kondisi permintaan yang lebih kuat pada awal 2026, akan berlanjut sepanjang sisa tahun ini, bersamaan dengan tumpukan pekerjaan sebagai indikator aktivitas jangka pendek yang naik tiga bulan berturut-turut. Pada saat yang sama, kepercayaan diri tentang perkiraan 12 bulan mendatang menguat ke level tertinggi sejak Maret 2025,” katanya.

Berita Terkait

Ekonomi

Moody’s Turunkan Prospek Utang RI, Rupiah Melemah

Bank Indonesia melaporkan Jumat (6/2/2026), pada akhir perdagangan Kamis,...

BRImo Digunakan 45,9 Juta User, Perkuat Struktur Dana Murah

Bank BRI mencatatkan penguatan transformasi digital yang terus dilakukan...

Berita Terkini