Layani 413 Juta Pelanggan Selama 2025, Transjakarta Terus Buka Rute Baru
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menutup tahun 2025 dengan pencapaian gemilang. Perusahaan milik Pemprov Jakarta itu, selama 2025 mengangkut 413 juta penumpang atau meningkat dua kali dalam tiga tahun terakhir.
Kini, dengan rata-rata 1,4 juta perjalanan harian, Transjakarta makin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas warga Jabodetabek.
Yang lebih menggembirakan. di tengah tekanan inflasi dan kenaikan upah minimum, Transjakarta juga berhasil mencatat efisiensi operasional yang impresif. Subsidi per pelanggan terjaga konstan dibanding 2024, bahkan turun 14 persen dibanding 2022.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyatakan, keberhasilan ini karena dukungan penuh dari pemegang saham mayoritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan buah dari transformasi fundamental.
“Kami tidak hanya mengejar ekspansi kuantitas, tapi juga kualitas. Melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola, kami membuktikan layanan publik yang masif tetap bisa dikelola secara efisien dan bertanggung jawab,” kata Welfizon melalui keterangan tertulis pekan lalu.
Pengakuan global
Komitmen Transjakarta terhadap aspek keselamatan disebutnya juga menunjukkan hasil yang konsisten dan terukur, dengan penurunan accident rate secara berkelanjutan sebesar 40 persen sejak tiga tahun terakhir. Indikator ini terus membaik dari tahun ke tahun dan mencapai titik terendah pada 2025 dengan skor 0,33.
Welfizon menyebutkan, aplikasi digital Transjakarta kini telah dipakai 2,1 juta pengguna, menyediakan fitur pelacakan real-time dan sistem tiket digital yang inklusif.
Mendukung target emisi nol bersih, Transjakarta kini mengoperasikan 470 unit bus listrik (tipe high deck dan low deck), menjadikannya sebagai pionir transportasi hijau di Indonesia.
Baca juga: Tok! Halte Transjakarta GBK Resmi Jadi Halte Senayan Bank DKI
Selain mengelola subsidi transportasi publik, Transjakarta juga meningkatkan kemandirian melalui pendapatan non-subsidi (Non-Fare Box).
Inovasi seperti program Naming Rights, layanan bus wisata (Open Top Tour), hingga kehadiran TJ Radio dan TJ Store, menjadi sumber pendapatan baru yang kreatif. Tahun lalu, pendapatan non-subsidi Transjakarta mencapai Rp281 miliar, meningkat 4 kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Kinerja ini mendapat pengakuan luas dengan skor Good Corporate Governance (GCG) 90,64 (Sangat Baik), serta raihan 40 penghargaan bergengsi sepanjang 2025, termasuk apresiasi internasional dari Bloomberg Philanthropies.
Rute baru
Seturut kinerja tersebut, Transjakarta juga terus memperluas jangkauan dengan menambah rute baru awal tahun ini. Yang sudah beroperasi Transjabodetabek B51 koridor Cawang-Cikarang, yang menghubungkan Jakarta Timur dengan kawasan industri Jababeka, Cikarang, melalui total 11 titik pemberhentian di Jakarta dan luar Jakarta.
Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balaikota, Rabu (11/2/2026), menyatakan, pembukaan rute baru ini untuk memperkuat konektivitas dengan kawasan penyangga sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas dari dan menuju Cikarang.
Rute B51 memiliki panjang lintasan 89,05 kilometer, dengan waktu tempuh 105-108 menit, dan beroperasi setiap hari pukul 05.00-22.00 WIB dengan 14 armada bus low entry.
Headway ditetapkan 10 menit saat jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk. Potensi pengguna rute ini diperkirakan mencapai sekitar 1.705 penumpang per hari. Tarif Rp2.000 per perjalanan pada pukul 05.00-07.00 dan Rp3.500 pada jam setelah itu.
Selain itu menjelang Idul Fitri tahun ini, Gubernur Pramono juga menargetkan bisa membuka rute baru Transjakarta (Transjabodetabek) Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Tahun lalu Transjakarta sudah mengoperasikan rute Kalideres-Perkantoran Bandara Soekarno Hatta, selain rute Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, Terminal Depok-BKN (Jakarta) via Cibubur, dan Blok M-Bogor.
Baca juga: Bank DKI Sediakan Pembiayaan Pengadaan Bus Listrik Transjakarta
Pramono memastikan, rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta akan melayani penumpang hingga ke area 3 terminal di bandara terbesar tersebut. Untuk itu Pemprov Jakarta dan Transjakarta akan meneken kerja sama dengan BUMN PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara.
Untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta, Transjakarta akan menyiapkan 20 bus dengan headway (waktu tunggu) 5-10 menit tergantung jam sibuk dan tidak sibuk. Tarif sama dengan semua rute Transjakarta, Rp2.000 – Rp3.500 per penumpang/perjalanan.