Sutala dan Genius City, Fasilitas Gaya Hidup dan Pendidikan Baru di Nuanu Creative City
Sejalan dengan pengembangan residensial yang sudah mencakup 12 proyek, Nuanu Creative City (44 ha) yang dikembangkan di kawasan Pantai Nyanyi, Tabanan, Bali, terus memperluas ekosistem melalui distrik dan inisiatif baru yang mendukung kehidupan penghuninya.
Salah satu eksosistem baru itu adalah Sutala, distrik kuliner dan gaya hidup terbaru di dalam kawasan Nuanu Creative City, yang dirancang menyatukan restoran, budaya, dan kehidupan sosial dalam lingkungan yang walkable.
“Sutala mencerminkan evolusi industri kuliner. Hari ini orang tidak hanya mencari makanan, tapi juga lokasi, atmosfer, dan komunitas,” kata Conrad, Director of Sutala, dalam Iftar bersama media di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Conrad berbicara bersama CEO Nuanu Lev Kroll dan Reyni Wullur, Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, divisi yang menangani proyek residensial di Nuanu Creative City.
“Sutala dirancang sebagai distrik kuliner dan gaya hidup, di mana pengalaman bersantap terhubung dengan budaya, kreativitas, dan dinamika keseharian, dengan ambisi menjadi salah satu destinasi gastronomi terdepan di Asia Tenggara,” jelas Conrad.
Dijadwalkan soft launch akhir 2026, Sutala secara aktif mengundang brand restoran terbaik dari Indonesia, serta nama-nama kuliner terkemuka di Asia Tenggara, untuk bergabung. Berdiri di atas area 17.000 m², Sutala akan menghadirkan lebih dari 60 tenant yang terkurasi, memadukan ragam pengalaman kuliner dan gaya hidup dalam satu destinasi.
Baca juga: Nuanu Creative City Lansir 4 Proyek Hunian dan Hotel Baru
Genius City
Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam ekosistem terintegrasi Nuanu. Terkait hal itu, ProEd Global School telah menjadi bagian dari kawasan.
Terbaru, Nuanu berkolaborasi dengan Genius Group Limited, menghadirkan Genius City, platform pendidikan inovatif yang berfokus pada pembelajaran masa depan, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan teknologi.
Genius City dirancang menjembatani keunggulan akademik dengan penerapannya di dunia nyata, sekaligus menumbuhkan kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan pemecahan masalah dalam lingkungan belajar yang imersif.
Tahap pertama akan menghadirkan pendidikan berbasis AI, yang terintegrasi dengan kurikulum Cambridge bagi siswa sekolah dasar dan menengah di ProEd Global School.
Pada fase berikutnya, Genius City akan mengembangkan education hub di kawasan Nuanu, menawarkan program pembelajaran korporasi, program bagi siswa SMA, lifelong education.

Menurut Lev Kroll, Nuanu memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap pendidikan, agar setiap pemangku kepentingan dapat menikmati pengalaman belajar hal-hal baru di kawasan.
“Bagi pengunjung dan wisatawan, harapannya setiap kunjungan menghadirkan sesuatu yang luar biasa untuk dipelajari. Dalam konteks real estate, Nuanu ibarat sekolah seluas 44 hektare. Jadi, jika anda tinggal di Nuanu, anda dan anak-anak tidak hanya memiliki akses ke sekolah internasional, tapi juga ke puluhan proyek dan talenta-talenta yang bersemangat berbagi keahlian masing-masing,” jelas Lev.
Ia menambahkan, mempelajari seni langsung dari balik layar sebuah pameran seni internasional, dan berdialog dengan para pemimpin industri, tentu jauh lebih menginspirasi. “Seni, penghijauan, 3D printing, hingga AI, semua ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Nuanu, sekaligus menghadirkan keunggulan dan sinergi bagi sebuah ekosistem pendidikan,” pungkas Lev.
Nuanu dirancang developernya sebagai kota kreatif, yang mengusung komitmen kehidupan yang harmonis. Komunitas kreator, pemimpin, dan agen perubahan diberdayakan, untuk membangun budaya yang berdampak positif.
Dirancang sebagai ekosistem terintegrasi, kawasan menghadirkan ruang khusus untuk pendidikan, seni & budaya, wellness, hiburan, serta hunian berbasis alam, mewujudkan masa depan di mana seluruh elemen tersebut terjalin secara menyatu.