Selasa, Maret 10, 2026
HomeNewsEkonomiTembus Rp17.000, BI Setop Rilis Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Pekan Ini

Tembus Rp17.000, BI Setop Rilis Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Pekan Ini

Setiap akhir pekan Bank Indonesia rutin merilis perkembangan nilai tukar rupiah, disertai penjelasan mengenai yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun, indeks dolar AS (IDX), surat utang pemerintah AS (UST) tenor 10 tahun, premi risiko investasi atau credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun, dan aliran masuk/keluar modal asing portofolio.

Tapi, sejak awal Februari 2026, informasi dalam rilis tersebut banyak dikurangi. Tidak ada lagi informasi mengenai aliran masuk/keluar modal asing dan premi CDS. Puncaknya akhir pekan lalu (6/3/2026), BI tidak lagi merilis perkembangan nilai tukar rupiah, kecuali sekedar data kurs rupiah terhadap dolar AS.

Kebijakan BI itu bersamaan dengan babak belurnya nilai tukar rupiah sepekan terakhir, menyusul berkecamuknya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Kurs rupiah menembus Rp17.000 sebelum kembali menguat lagi sedikit ke level di bawah Rp17.000.

Bukan hanya rupiah yang babak belur, tapi juga indeks harga saham yang jatuh ke level 7.200-an dari pekan sebelumnya masih di atas 8.000.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Sudah Undervalue

Rupiah tidak sendirian. Mata uang banyak negara emerging markets lain juga anjlok. Para investor ramai-ramai mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven) seperti emas dan obligasi berdenominasi dolar AS.

Pemicu kekhawatiran investor, terutama adalah kenaikan harga minyak dunia akibat perang tersebut, yang bisa memicu resesi atau setidaknya penurunan ekonomi global.

Hari ini (10/3/2026), rupiah di pasar JISDOR makin menguat ke level Rp16.879, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa perang akan segera usai.

Pengumuman Senin malam (9/3/2026) waktu Washington tersebut, disertai pernyataan AS akan mengambil alih pengamanan Selat Hormuz di Iran, guna menjaga kelancaran pasokan minya dunia, dan melonggarkan sanksi minyak Rusia. Akankah BI kembali rutin mempublikasikan perkembangan nilai tukar rupiah setelah ini?

Berita Terkait

Ekonomi

Perkuat Kinerja Bisnis, Bank BNI Bagikan Dividen Hingga Buyback Saham

Bank BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun...

Bank BSI Terus Dorong Pelaku Usaha Grassroot Naik Kelas

Bank BSI terus memperkuat komitmen dalam mendukung pertumbuhan Usaha...

Emas Fisik Langka, Bisa Nabung di Pegadaian

Beberapa waktu terakhir, logam mulia emas semakin sulit ditemukan...

Berita Terkini