Sabtu, Maret 14, 2026
HomeNewsEkonomiMerosot Optimisme Masyarakat Terhadap Prospek Ekonomi dan Ketersediaan Lapangan Kerja

Merosot Optimisme Masyarakat Terhadap Prospek Ekonomi dan Ketersediaan Lapangan Kerja

Survei konsumen Bank Indonesia Februari 2026 yang dipublikasikan pekan ini mengungkapkan, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan masih berada di zona optimis (indeks >100), namun merosot dibanding ekspektasi pada bulan sebelumnya.

Tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) Februari 2026 sebesar 134,4, menurun signifikan dibanding IEK bulan sebelumnya sebesar 138,8.

Semua komponen pembentuk IEK menurun indeksnya kendati masih berada di zona optimis. Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK), dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) Februari 2026 masingmasing tercatat sebesar 140,7, 131,7, dan 130,9, lebih rendah dibanding indeks bulan sebelumnya.

Paling merosot IEP dari 148 pada Januari 2026 menjadi 140,7, diikuti IEKU dari 135,3 menjadi 130,9, dan IEKLK dari 135,1 menjadi 131,7.

Baca juga: Februari Keyakinan Konsumen Menurun, Dipengaruhi Ekspektasi Terhadap Prospek Ekonomi ke Depan

Untuk prospek penghasilan (IEP), persepsi seluruh kelompok pengeluaran mengalami penurunan. Paling dalam penurunan optimisme kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dari indeks 138,2 menjadi 123,9.

Diikuti kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) dari indeks 155,4 menjadi 146,4, dan kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) dari 140,9 menjadi 136,5.

Sementara dua kelompok lain, kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dan menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta), hanya menurun tipis optimismenya.

Begitu juga untuk ekspektasi ketersediaan lapangan kerja (IEKLK). Hanya kelompok berpendidikan akademi yang naik tipis optimismenya dari indeks 133,6 menjadi 133,8.

Sedangkan tiga kelompok pendidikan lain (SMA, sarjana, dan pascasarjana) menurun optimismenya. Paling dalam penurunan optimismenya terhadap prospek ketersediaan lapangan kerja, kelompok pascasarjana dari 150,7 menjadi 124, diikuti kelompok sarjana dari 145,2 menjadi 134,7, dan kelompok SMA dari 131,2 menjadi 128,4.

Baca juga: Jelang Idulfitri, Seluruh Kelompok Konsumen Kompak Perbanyak Tabungan dan Kurangi Belanja

Sementara menyangkut prospek kegiatan usaha 6 bulan ke depan, hanya kaum menengah yang meningkat sedikit optimismesnya dari indeks 127,3 menjadi 128,9.

Sedangkan kaum bawah, menengah bawah, menengah atas dan atas, menurun optimismenya. Paling dalam penurunan optimismenya kaum menengah atas, diikuti menengah bawah, kalangan atas, dan kaum bawah.

Berita Terkait

Ekonomi

Hadirkan Full Banking Services, BTN Datangi Nasabah, Tidak Hanya Menunggu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi...

DPR Tetapkan 5 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Jadi Ketua

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menetapkan lima...

Transformasi BTN Menjadi Beyond Mortgage

Bank Tabungan Negara (BTN) terus melakukan transformasi, bukan hanya...

Februari Penerimaan Pajak Tumbuh 30,4 Persen, Sektor Konsumsi Jadi Motor Utama

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kinerja positif pendapatan...

Berita Terkini