Sabtu, Maret 28, 2026
HomeBankOJK Pastikan Kinerja Perbankan Indonesia Tetap Solid Kendati Dapat Outlook Negatif

OJK Pastikan Kinerja Perbankan Indonesia Tetap Solid Kendati Dapat Outlook Negatif

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan, kinerja industri perbankan RI sampai saat ini tetap solid dengan pertumbuhan yang positif.

Mengenai revisi outlook (surat utang dari stabil ke) negatif oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch terhadap bank-bank besar di Indonesia, termasuk bank BUMN, Dian menyatakan bukan karena faktor kinerjanya.

Revisi outlook atau prospek bank-bank besar Indonesia itu, lebih dipicu oleh perubahan outlook peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang turut memengaruhi persepsi risiko terhadap perbankan nasional, serta pengaruh faktor eksternal dinamika makroekonomi global.

“Kondisi industri perbankan nasional positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK (simpanan masyarakat) sebesar 13,48 persen (yoy),” kata Dian melalui keterangan akhir pekan ini.

Selain itu, kualitas kredit terjaga dengan kredit bermasalh atau non performing loan (NPL) 2,14 persen, permodalan (capital adequacy ratio/CAR) 25,87 persen, serta likuiditas yang ample dengan rasio AL/NCD, AL/DPK dan LCR masing-masing 121,23 persen, 27,54 persen, dan 197,92 persen, jauh di atas threshold (ketentuan minimal).

Baca juga: Moody’s Juga Turunkan Outlook Surat Utang Korporasi dan Bank-Bank Besar Indonesia Termasuk BTN

Dari sisi fundamental, kinerja bank-bank besar di Indonesia termasuk bank-bank BUMN anggota Himbara, saat ini pada level yang kuat dengan rasio permodalan dan likuiditas memadai untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko ke depan.

Pertumbuhan kredit Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dan Himbara, mencatat pertumbuhan kredit double digit, masing-masing 13,34 persen dan 13,43 persen.

Di sisi pendanaan, pertumbuhan DPK KBMI 4 dan Himbara masing-masing 16,32 persen dan 16,38 persen, yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat tetap kuat dan kondisi likuiditas sangat terjaga.

Ketahanan permodalan juga berada pada level yang sangat kuat. Rasio CAR Himbara pada Januari 2026 berada di level 20,32 persen, rasio CAR KBMI 4 di level 22,33 persen. Hal ini memberikan ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan kuat dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan.

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan Loan at Risk (LaR) tetap terkendali dan didukung pembentukan cadangan yang memadai. Hal ini mencerminkan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang prudent, khususnya dalam menjaga kualitas penyaluran kredit.

Sepanjang 2025, Bank KBMI 4 dan Himbara juga membukukan laba yang baik, mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan penguatan manajemen risiko.

Di tengah ketidakpastian global, Himbara juga terus menunjukkan kinerja intermediasi yang stabil dan peran strategisnya dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.

“OJK terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai,” jelas Dian.

Baca juga: Ikuti Moody’s, Fitch Ratings Juga Turunkan Prospek Utang RI Jadi Negatif

Mmenurut dia, penyesuaian outlook merupakan penilaian dari lembaga pemeringkat, dan tidak secara langsung memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses sumber pendanaan. Saat ini peringkat kredit bank KBMI 4 dan Himbara tetap pada level investment grade.

Selain itu, struktur pendanaan perbankan nasional umumnya masih didominasi DPK domestik, sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal, terutama pendanaan internasional, relatif terbatas.

Dalam hal diperlukan, perbankan sudah memiliki perhitungan atas kebutuhan tersebut, termasuk perhitungan atas biaya dibandingkan manfaat yang akan dihasilkan, serta opsi-opsi untuk mendapatkan pendanaan tersebut.

OJK menghormati metodologi dan pandangan setiap lembaga pemeringkat internasional, dan memandang penyesuaian outlook bersifat sementara dan berpotensi untuk kembali berubah (reversible) seiring membaiknya prospek perekonomian global dan domestik.

Dewan Komiisoner
Bersama Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK merangkap angggota, Dian dan 9 pejabat lainnya baru saja dikukuhkan sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK oleh Mahkamah Agung. Sembilan pejabat selain Dian dan Friderica itu adalah:

-Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner merangkap Ketua Komite Etik dan anggota;
-Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota;
-Ogi Prastomiyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota;
-Agusman sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya merangkap anggota;
-Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap anggota;
-Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen merangkap anggota.
-Sophia Isabella Wattimena sebagai Ketua Dewan Audit merangkap anggota;
-Juda Agung sebagai anggota Ex-officio dari Kementerian Keuangan.
-Thomas A.M Djiwandono sebagai anggota Ex-officio dari Bank Indonesia.

Berita Terkait

Ekonomi

Penyaluran Kredit Menurun, Jumlah Uang Beredar Februari Tumbuh Lebih Rendah

Uang beredar adalah indikator aktivitas ekonomi. Kenaikan atau penurunan...

Respon Pesimisme Pengamat, Pemerintah Kembali Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat

Pemerintah terus mencermati perkembangan dinamika global, yang ditandai dengan...

Redam Kenaikan Yield SBN, Menkeu Suntik Lagi Likuiditas Rp100 Triliun ke Bank BUMN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana pemerintah...

Berita Terkini