Modernland Sepakati Penyelesaian Obligasi USD280 Juta Melalui Pertukaran Utang dengan Landbank
PT Modernland Realty Tbk (MDLN) (“Perseroan”), salah satu pengembang properti nasional, mencatatkan tonggak penting dalam upaya memperkuat struktur keuangannya.
Perseroan resmi mencapai kesepakatan penyelesaian obligasi asing senilai USD280 Juta (hampir Rp5 triliun), dengan menggunakan landbank (cadangan lahan) yang dimilikinya.
Kesepakatan didukung oleh hampir 100 persen pemegang obligasi, dan telah dituangkan dalam Scheme of Arrangement atas Guaranteed Senior Notes Due April 30, 2027 (“Obligasi”) yang diterbitkan Modernland Overseas Pte. Ltd. (“MLO”), entitas anak yang sepenuhnya dimiliki perseroan.
Scheme of Arrangement ini telah disahkan oleh Pengadilan Tinggi Singapura pada 17 September 2026, dan berlaku efektif sejak 30 September 2026.
F Bobby Heryunda, Group CFO and Senior Managing Director, Coporate Finance and Investment Modernland Realty, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pemegang obligasi atas kepercayaan dan dukungan luar biasanya.
“Tingkat persetujuan yang hampir 100 persen menunjukkan, solusi inovatif ini diterima dengan baik, sebagai kesepakatan yang saling menguntungkan, dan menjamin keberlanjutan hubungan erat perseroan dengan para pemegang obligasi yang selama ini sudah berjalan,” katanya melalui keterangan, Jumat (9/10/2026).
Skema ini merupakan penyelesaian yang inovatif, karena perseroan melakukan pertukaran utang (obligasi asing) dengan aset landbank (cadangan lahan).
Perseroan mengalihkan sebagian landbank (cadangan lahan) senilai sekitar Rp3,5 Triliun, yang sebelumnya merupakan jaminan obligasi, kepada perusahaan Special Purpose Vehicle (“SPV”) yang dibentuk untuk kepentingan para pemegang obligasi.
Sebagai gantinya, seluruh kewajiban terkait obligasi dihapuskan, termasuk bunga berjalan, yang totalnya senilai hampir Rp5 Triliun.
Baca juga: 2025 Modernland Cetak Laba Bersih Rp241 Miliar
Danu Pate, Corporate Secretary Perseroan, menjelaskan bahwa landbank (cadangan lahan) yang diserahkan bukan merupakan aset produktif perseroan.
“Lahan tersebut tidak termasuk dalam rencana pengembangan 5-10 tahun ke depan. Karena itu, pengalihan landbank ini tidak mempengaruhi pendapatan perseroan. Setelah pertukaran dilakukan, perseroan masih memiliki tidak kurang dari 1.664 hektar landbank, dengan nilai tidak kurang dari Rp11,8 Triliun, yang bisa terus dikembangkan,” jelasnya.
Menanggapi pemberitaan negatif yang beredar, perseroan menegaskan bahwa skema ini bukan merupakan pengambilalihan yang tidak bersahabat (hostile takeover).
“Scheme of Arrangement ini lahir dari dialog yang konstruktif, komunikasi terbuka dan kemitraan yang erat antara perseroan dan para pemegang obligasi. Terbukti dengan dukungan yang hampir mencapai 100 persen dari pemegang obligasi. Ini solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” tegas Danu.
Selain didukung para pemegang obligasi, langkah ini juga mendapat sambutan positif dari para pemegang saham perseroan, yang mencerminkan keselarasan visi seluruh pemangku kepentingan terhadap masa depan perseroan.
Terkait dampak finansial skema ini terhadap struktur keuangan perseroan, Bobby menjelaskan, dengan berjalannya skema ini, perseroan tidak lagi menanggung total kupon obligasi sekitar Rp300 miliar per tahun.
“Penghematan yang signifikan ini tentunya akan memperkuat arus kas (cashflow) perseroan mulai saat ini dan seterusnya,” terangnya.
Bobby juga menambahkan, skema penyelesaian obligasi ini, juga akan membuat rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) perseroan berada di kisaran 0,4 kali.
Baca juga: Hubexo Asia Awards 2025 Nobatkan 10 Top Developer Termasuk Modernland Realty
Struktur keuangan yang jauh lebih sehat ini, tidak hanya memperkuat fondasi perseroan, tapi juga akan menarik lebih banyak investor, perbankan, dan institusi lainnya untuk bekerja sama dengan Modernland Group.
“Kami akan memiliki lebih banyak keunggulan dan fleksibilitas dalam mengembangkan portofolio usaha ke depan,” kata Bobby.
Perseroan juga menegaskan, kegiatan usaha tetap berjalan seperti biasa. Proyek-proyek unggulan perseroan, antara lain Jakarta Garden City, Kota Modern, Modernland Cilejit, dan Modern Cikande Industrial Estate, terus dikembangkan sebagai penggerak utama pendapatan.
Ke depan, perseroan optimistis pencapaian ini akan makin memperkuat fondasi keuangan dan mendukung keberlanjutan usaha dalam jangka panjang, sehingga perseroan dapat terus berfokus menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham, mitra usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.