Transportasi Publik Jakarta Kian Terintegrasi, Gonta-Ganti Moda Dikenakan Tarif Maksimal Rp10 Ribu
Pengguna MRT Jakarta, terhitung mulai 12 Oktober 2026, dapat menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang dikeluarkan oleh bank seperti E-money Mandiri,TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, maupun kartu multitrip commuterline (KMT) dengan melakukan pengetapan di reader JakLinko yang tersedia di passenger gate stasiun.
Untuk jenis kartu lainnya, pelanggan tetap dapat melakukan tapping pada perangkat yang sesuai, yaitu Kartu Single Trip MRT Jakarta pada Gate MRT Jakarta dan kartu EMV/contactless pada Reader EMV.
“Migrasi sistem pengetapan pembayaran tiket ini memperkuat integrasi transportasi publik bersama JakLingko. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan tanpa hambatan, khususnya bagi pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik, ” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo dikutip melalui siaran pers Rabu (14/10).
Integrasi pembayaran ini juga memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan tarif integrasi, sesuai dengan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal.
“Dalam ketentuan tersebut, pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik dapat dikenakan tarif maksimal Rp10.000 per 3 jam dengan perjalanan lebih dari satu moda antara MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta BRT, ” imbuhnya.
Baca juga: Opini: Aksesibilitas Berdampak Langsung pada Okupansi Perkantoran
Selain kemudahan tarif, integrasi sistem pembayaran melalui JakLingko diharapkan dapat memberikan proses transaksi yang lebih cepat dan meminimalkan potensi kendala saat tapping sehingga mendukung pengalaman perjalanan pelanggan yang lebih nyaman. Saat ini, infrastruktur pembayaran JakLingko telah tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta dengan 186 Reader JakLingko dan 60 Balance Check Terminal (BCT).
“Kami mencatat bahwa pada periode Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 40,86 juta perjalanan atau 51,10 persen dari total perjalanan pelanggan MRT Jakarta menggunakan Gate JakLingko sementara 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen menggunakan tarif integrasi,” pungkasnya.
Dengan penguatan integrasi ini, ke depannya MRT Jakarta akan terus mendorong terciptanya ekosistem transportasi publik yang semakin terintegrasi, inklusif, mudah digunakan, terjangkau, serta memberikan pengalaman perjalanan yang sempurna bagi seluruh lapisan masyarakat.