Program CSR SML Raih Penghargaan ICA dan CFCD 2026
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sinar Mas Land (SML) kembali diapresiasi dengan meraih dua penghargaan Platinum di ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2026 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 yang diselenggarakah oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD).
Penghargaan tersebut diraih melalui dua program unggulan perusahaan yaitu SELARAS Ecosystem pada ajang ICA 2026 dan SML UMKM Centre pada ajang ISDA 2026. Penghargaan diterima oleh Adhityo Galih Priyambodo selaku Vice President of Corporate Social Responsibility SML di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ajang ICA dan ISDA 2026 mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita” dan menjadi bagian dari peringatan 24 tahun perjalanan CFCD dalam mendorong praktik tanggung jawab sosial dan keberlanjutan di Indonesia.
Pada ICA 2026, SML meraih penghargaan Platinum melalui Program SELARAS Ecosystem dalam kategori Pilar 4B: Penggunaan Sumber Daya Berkelanjutan. Sementara itu, pada ISDA 2026, perusahaan meraih penghargaan Platinum melalui Program SML UMKM Centre dalam kategori SDGs No. 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pencapaian ini sekaligus menambah catatan prestasi CSR SML menjadi 36 penghargaan dalam tiga tahun terakhir.
Menurut Managing Director, President Office SML Dony Martadisata, pencapaian ini menjadi apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menghadirkan inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan kendati keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari pelaksanaan tapi juga dari perubahan yang dihasilkan hingga manfaat besar yang dirasakan dalam jangka panjang.
“Bagi kami pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui program Kontribusi Membangun Negeri, yang mencakup berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui SELARAS Ecosystem dan SML UMKM Centre, kami terus mendorong kolaborasi dan pemberdayaan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya melalui siaran pers Sabtu (17/10).
Baca juga: Program CSR SML: Bedah Rumah Hingga Terangi Kampung
SELARAS Ecosystem atau Sentra Edukasi Kelola Lingkungan Bersih dan Asri merupakan inisiatif SML yang berfokus pada pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Berlokasi di Kampung Cicayur, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, program ini resmi beroperasi sejak 26 September 2024 melalui kolaborasi antara SML, Bank Sampah Induk Kabupaten Tangerang, dan Yayasan Bumi Pertiwi Asri.
SELARAS Ecosystem mengintegrasikan sejumlah inisiatif, antara lain Bank Sampah SELARAS, Rumah Pupuk, Plastic to Food, Plastic to Book, dan Waste Management School. Hingga tahun 2026, program ini telah mengumpulkan lebih dari 8 ton plastik bekas melalui partisipasi lebih dari 3.700 warga.
Sebagian sampah plastik tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi pirolisis menjadi bahan bakar dan bijih plastik untuk campuran aspal. Pendekatan ini menjadikan pengelolaan sampah tidak hanya sebagai upaya pengurangan limbah tetapi juga sebagai sarana edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai ekonomi.
Baca juga: SML Berikan Pelatihan Hingga Modal Untuk Dorong UMKM
Sementara itu, SML UMKM Centre merupakan program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan oleh SML sebagai pusat pelatihan, pembinaan, konsultasi, pemasaran, dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM.
Program ini menyediakan berbagai fasilitas dan kegiatan, mulai dari pelatihan, Klinik UMKM, Galeri UMKM, pemasaran digital, pameran, hingga promosi dan pemasaran produk UMKM binaan.
Inisiatif pemberdayaan UMKM tersebut telah dijalankan oleh SML sejak tahun 2021 dan berhasil membina ratusan pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Program tersebut terus diperkuat melalui berbagai kegiatan, termasuk Festival UMKM, pelatihan pemanfaatan teknologi, digitalisasi transaksi, serta penguatan akses pemasaran.
“Ke depan, perusahaan akan melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas manfaat program serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan lingkungan yang lebih berkelanjutan,” pungkas Dony.