Senin, Januari 12, 2026
HomeNewsBerita UmumSharp Lakukan Aksi Pelestarian Lingkungan

Sharp Lakukan Aksi Pelestarian Lingkungan

PT Sharp Electronics Indonesia turut berperan aktif dalam pelestariann lingkungan dengan menambah  koleksi pohon langka di Sharp Mini Forest, sebuah hutan mini di pabrik terbaru Sharp di Karawang, Jawa Barat. Menurut President Director  Sharp Indonesia Fumihiro Irie, kegiatan ini merupakan bentuk konrtibusi Sharp terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.

Masahito Matsumura melakukan penanaman di Sharp Mini Forest
Masahito Matsumura melakukan penanaman di Sharp Mini Forest

“Kami sangat menyadari selama ini bumi sudah memberikan banyak hal dalam kegiatan usaha yang kami jalankan. Untuk itu kami berusaha untuk selalu menjaga keseimbangan bumi dengaan semaksimal mungkin mengendalikan dampak negatif dan sebanyak mungkin menyumbangkan dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya saat melakukan penanaman bibit bersama 100 orang pelajar SMAN 1 Teluk Jambe, Karawang, dan karyawan Sharp, di Marawang, Sabtu (28/6).

Selain itu  Sharp juga memasang 360 unit solar panel (Photovoltaic) di area pabrik. Solar panel tersebut menghasilkan 66.600 watt yang dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan energi di kantor utama Sharp di Karawang. Sebelumnya Sharp sudah melakukan penanaman pohon langka di pabrik Pulogadung, Jakarta, sebagai upaya konservasi dan pendidikan keanekaragaman hayati untuk karyawan dan masyarakat sekitar.

Solar Cell System di lingkungan Pabrik Sharp Karawang
Solar Cell System di lingkungan Pabrik Sharp Karawang

Sharp Mini Forest  dikembangkan tahun 2013 memiliki luas 15.067 m2. Tanamannya aneka pohon pelindung dan buah kategori langka dari seluruh Indonesia. Penanaman 200 bibit pohon kali ini dari jenis Keben, Kenari Babi, Sempur, Buni Bisbul, Dahu, Mahoni, Anyang-anyang, Gantiri, Merbau, Kopsia, Kantil, maupun Matoa.

“Kami adalah satu dari sedikit perusahaan yang secara konsisten menempatkan lingkungan hidup sebagai prioritas dalam kegiatan usahanya. Semoga upaya kami ini bisa ditiru oleh yang lainnya sebagai aksi nyata untuk melestarikan lingkungan yang lebih masif di seluruh Indonesia,” tanda Irie. Yudis

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu Akan Tarik Utang Lebih Banyak untuk Biaya APBN 2026

Defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen dari Produk Domestik...

Kadin Paparkan Agenda Internasional yang Bisa Dorong Perekonomian Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan empat agenda...

8,34 Juta Warga RI Melancong ke Luar Negeri Selama Januari-November 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pekan lalu, jumlah perjalanan...

Kabinet Terlalu Gemuk, Makanya Defisit APBN Membengkak

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai...

Berita Terkini