Jembatan Holtekamp Akan Jadi Ikon Baru Papua
Jembatan Holtekamp yang akan dibangun di Jayapura, Papua, akan dijadikan ikon baru Papua. Selain aspek konstruksi jembatan ini juga akan sangat memerhatikan faktor keindahan atau beautifikasinya. Sebagai kawasan terluar dipandang perlu untuk membuat ikon yang menjadi kebanggaan dan tempat wisata di Papua. Ini sekaligus untuk menunjukkan kemampuan sektor konstruksi Indonesia ke negara tetangga.

Menurut Hediyanto W. Husaini, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), untuk desain Jembatan Holtekamp ada kemungkinan disayembarakan sehingga didapat desain terbaik. “Jadi biar masyrakat juga ikut berpartisipasi, pokoknya keindahannya harus bisa dilihat saat siang dan malam hari karena itu harus menyertakan juga faktor lighting,” ujarnya di sela-sela penandatanganan kontrak pembangunan Jembatan Holtekamp di Jakarta, Jumat (31/7).
Jembatan terpanjang di Papua ini akan mengakomodir unsur daerah sehingga bisa menjadi kebanggaan dan tempat wisata masyarakat Jayapura. Kontrak pembangunan jembatan senilai Rp856,72 miliar ini akan dikerjakan oleh konsorsium PT PP, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya. Kontstuksi bentang utama jembatan mencapai 433 meter dan ditargetkan selesai tahun 2018.
Pembangunan jembatan ini akan diikuti pembangunan akses jalan ke Hamadi sepanjang 250 meter, Holtekamp (596,2 m), selain ada jembatan pendekat sepanjang 297 meter yang akan dibangun Pemerintah Provinsi Papua.
“Pembangunan jembatan ini dibutuhkan karena semakin berkembang dan padatnya Jayapura sehingga perlu daerah pengembangan ke wilayah Holtekamp dan Koya. Kendati rencana pembangunannya empat tahun, tapi dengan (dikerjakan oleh) kontraktor yang punya nama besar (mereka) saya tantang untuk menyelesaikan 1,5 tahun,” tandasnya.