Kamis, April 9, 2026
HomeNewsEkonomiForum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) Seoul dan Korea Chamber of Commerce and Industry (KCCI)
menyelenggarakan agenda Indonesia-Korea Business Forum bertajuk “Partnership for Resilient Growth” di Seoul pekan ini.

Dalam forum tersebut disepakati 17 Nota Kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Korea dengan nilai investasi mencapai 10,2 miliar dolar AS. Penandatanganan MoU disaksikan juga oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie

Kerja sama ini juga menunjukkan Republik Korea merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia yang ditandai dengan nilai perdagangan kedua negara yang mencapai lebih dari 18 miliar Dolar AS pada tahun 2025 serta realisasi investasi dengan total 28,1 miliar dolar dalam empat tahun terakhir.

“Kami terus mendorong pertumbuhan yang inklusif, transformasi industry, dan keterlibatan global yang lebih kuat. Kerja sama ekonomi Indonesia-Korea memiliki potensi besar untuk meningkatkan foreign direct investment (FDI), menciptakan lapangan kerja, dan tentunya juga perdagangan yang membawa devisa,” ujar Anindya.

Disinggung juga mengenai perkembangan industri kreatif sebagai salah satu contoh nyata kerja sama termasuk meningkatnya popularitas budaya Korea seperti drama dan music (K-pop) di samping kolaborasi di sektor industrialisasi, ketahanan pangan, dan energi.

“Untuk yang suka Korean drama, Korean pop, itu juga salah satu contoh fokusnya di industri kreatif. Selain tentunya di bidang industrialisasi, ketahanan pangan, ketahanan juga energi, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sudah di Indonesia dan benar-benar makin banyak lagi,” imbuhnya.

Baca juga: Setelah Rp401 Triliun dari Jepang, Indonesia Dapat Janji Investasi Rp173 Triliun dari Korsel

Di tengah ketidakpastian global saat ini, kedua negara tetap mampu menjaga optimisme dan memperkuat kerja sama jangka panjang. Kedua pihak juga akan terus mencari titik terang untuk kerja sama jangka panjang yang membuat kemajuan bagi kedua negara.

Adapun kerja sama ini mencakup 17 nota kesepahaman yang mencakup sektor energi, manfaktur, hilirisasi, serta ekonomi digital. Bila dirinci, MOU ini antara Kadin dan KCCI, Danantara dan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIIND), Danantara dan Korea Eximbank, PLN IP dan LXI tentang studi bersama potensi pengembangan proyek pembangkit energi baru dan terbarukan di indonesia.

Kemudian MOU antara Pertamina Hulu Energi (PHE) dan POSCO tentang amandemen kedua untuk studi bersama energi baru dan terbarukan, pengumuman LS MnM tentang ekspansi rantai nilai material baterai melalui akusisi mayoritas strategis atas PT Teluk Metal Industry, hingga Sinar Mas Land dan Daewoo tentang kemitraan pengembangan lahan residensial dan komersial di BSD City,

Baca juga: Kadin Paparkan 3 Hal Supaya Ekonomi Bertahan di Tengah Konflik Timur Tengah

Selain itu masih ada MOU antara PHE dan ExxonMobil tentang kerja sama lintas batas carbon capture and storage (CCS), PT Fortuna Integritas Mandiri dan Dunamu tentang penguatan ekosistem aset digital Indonesia, Kadin Jakarta dan KCCI Incheon, Lol Ecopro tentang investasi pada rantai nilai terintegrasi material baterai sekunder, Pertamina dan POSCO tentang teknologi rendah karbon, dan lainnya.

Fokus forum bisnis ini meliputi identifikasi berbagai proyek strategis, penguatan kesiapan proyek, peningkatan kapasitas investasi, serta percepatan industrialisasi berkelanjutan yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional kedua negara. Forum ini juga untuk mendorong pengusaha kedua negara memanfaatkan Indonesia-Korea Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) serta kemitraan strategis kedua negara.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini