Selasa, Juni 2, 2026
HomeNewsEkonomiKunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan France-Indonesia High Level Business Council

Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan France-Indonesia High Level Business Council

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyambut peluncuran France–Indonesia High Level Business Council sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis, sekaligus mempercepat realisasi investasi dan perdagangan antara kedua negara. Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi ini dilakukan bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pekan lalu.

“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting untuk memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan dalam keterangannya dikutip Selasa (2/6).

Forum bisnis ini mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika. Dewan bisnis dipimpin bersama oleh Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Baca juga: Ikut Lawatan Prabowo Ke Prancis, Kadin Hasilkan Kesepakatan Strategis

Rosan menjelaskan, momentum peluncuran dewan bisnis tersebut turut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” imbuhnya.

Keberadaan dewan bisnis juga akan berperan penting dalam mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya. Pada kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat sebanyak 27 MoU ditandatangani dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar.

Karena itu yang juga tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi bisa berjalan optimal.

Baca juga: Setelah Rp401 Triliun dari Jepang, Indonesia Dapat Janji Investasi Rp173 Triliun dari Korsel

Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Dengan dukungan penuh pemerintah Indonesia dan Prancis, Kadin Indonesia dan MEDEF International akan terus memperkuat koridor ekonomi bilateral guna membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

April Neraca Dagang RI Masih Surplus, Tapi Merosot Tajam Jadi USD89 Juta

Neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 masih mencatat surplus,...

Mei Inflasi Meningkat Tinggi

Seperti sudah diperkirakan banyak pengamat menyusul gejolak geopolitik yang...

Mei Manufaktur RI Membaik Meski Harga Bahan Baku Naik, Ditopang Permintaan Domestik

Setelah terkontraksi ringan pada April 2026, aktivitas industri pengolahan...

Menkeu Purbaya: Pancasila Adalah Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajak seluruh jajaran...

Berita Terkini