Metro Residence Kembangkan Kawasan Komersial
Metro Residence (22 ha) Jl Raya Bogor, Cibinong-Bogor, Jawa Barat, terus melengkapi kawasannya dengan mengembangkan kawasan komersial. Pada pengujung tahun ini PT Mitra Megah Sentosa (MMS), pengembang Metro Residence, memasarkan townshop dan ruko dua lantai sebanyak 24 unit. Fasilitas komersial itu dibangun di sepanjang Jl By Pas, jalan baru yang menghubungkan Jl Raya Bogor dan Jl Raya Baru Sentul dengan Jl Tegar Beriman. “Fasilitas ini mendukung kebutuhan penghuni dan warga sekitar, saat ini penghuni Metro Residence sudah 300 KK,” ujar Litar Suryadi, GM Marketing PT MMS, kepada HousingEstate di Bogor, belum lama ini.

Townshop ini dirancang untuk usaha food and beverage (F & B), serta resto yang menyajikan menu lokal dan internasional. Kawasan rukonya diharapkan dapat berkembang menjadi komplek perkantoran. Misalnya untuk kantor cabang perusahaan perbankan, konsultan, notaris, dan lain-lain. Kendati belum dipasarkan Litar mengaku area komersial tersebut sudah terpesan 50 persen. Peminatnya cukup banyak karena lokasi perumahan ini cukup strategis, dekat Kantor Pemkab Cibinong dan LRT Bogor – Jakarta. Area komersialnya punya prospek menjanjikan mengingat pada tahun 2017 mendatang Sirkuit Sentul, Bogor, akan menjadi area balap MotoGP (2017 – 2019).
Selain area komersial pengembangnya juga memasarkan rumah di cluster Eaglewood (82 unit). Huniannya terdiri atas bangunan satu dan dua lantai. Rumah satu lantai tersedia dua alternatif, tipe 45/90 seharga Rp652 juta dan tipe 55/90 Rp602 juta. Untuk hunian dua lantai tersedia tiga tipe, yaitu 69/90, 79/90, 69/144 seharga Rp775,2 juta – Rp1,19 miliar. “Harga tersebut sudah termasuk biaya proses KPR, BPHTB 5 persen, dan sertifikat hak milik (SHM),” terang Litar.
Litar menyebutkan rumah yang dikembangkan menerapkan fitur green. Salah satunya dengan mengaplikasikan cross ventilation untuk melancarkan sirkulasi udara dan membuat sejuk di dalam rumah. Hal ini akan mengurangi pemakaian kipas angina atau air condition (AC). Selain itu warga diimbau tidak menggunakan air tanah untuk mencukup kebutuhan air bersih rumah tangga. Sebagai gantinya kebutuhan air bersih akan disuplai PDAM Bogor.