Pendapatan Metland 2020 Turun Anhar Sudrajat Diangkat Jadi Dirut
PT Metropolitan Land (Metland) Tbk mencatatkan kinerja yang cukup baik selama tahun 2020 meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Metland berhasil membukukan pendapatan Rp1,1 triliun atau turun 20,8 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp1,4 triliun.
Menurut Direktur Metland Olivia Surodjo, penurunan ini disebabkan seluruh segmen usaha perusahaan mengalami penurunan di tahun 2020. Penurunan terbesar di sector real estat yang mencapai Rp120 miliar. Kinerja itu juga membuat laba Metland turun menjadi Rp272,2 miliar dari Rp487 miliar tahun 2019.
“DI tengah berbagai tantangan khususnya karena pandemi Covid-19 kami merasa kinerja tahun 2020 lalu masih cukup positif. Entitas perusahaan masih naik sebesar 5,9 persen menjadi Rp4,1 triliun sementara aset perusahaan tahun 2020 mengalami penurunan 2,87 persen menjadi Rp5,9 triliun,” ujarnya saat acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagaimana dalam siaran pers yang diterbitkan, Rabu (16/6).
Adapun proyek yang masih memberikan kontribusi penjualan cukup baik yaitu Metland Puri dan Riviera at Puri, Metland Menteng, dan Metland Cibitung. Dari persentasenya, penurunan terbesar berasal dari pendapatan hotel yang mencapai 47,61 persen dibandingkan tahun 2019.
Situasi ini membuat Metland akan terus menyesuaikan strategi khususnya dengan mengikuti kondisi dan selera pasar. Secara umum, demand untuk produk-produk real estat di bawah Rp1 miliar masih sangat positif karena itu di hampir semua proyek yang dikembangkan meluncurkan klaster-klaster baru di kisaran harga itu.
Kemudian untuk menunjang penjualan Metland masih akan menawarkan berbagai promo maupun gimmick menarik seperti cicilan panjang, depe ringan, hingga booking khusus untuk pemesanan secara online. Strategi lainnya yaitu dengan terus menjalin kerja sama dengan berbagai partner strategis dari dalam maupun luar negeri.
“Tahun 2020 kami menjalin kerja sama dengan mitra strategis seperti PT KAI Properti Manajemen untuk pengembangan KAI Living di Klaster Batavia Metland Cibitung. Kerja sama ini diharapkan akan terus mendorong portofolio Metland khususnya untuk menciptakan berbagai peluang bisnis baru yang dapat menopanng pertumbuhan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Acara RUPST Metland juga telah menetapkan manajemen baru baik dari jajaran komisaris maupun direksi. Wakil Direktur Utama Metland Anhar Sudrajat ditetapkan menjadi Direktur Utama (Dirut) menggantikan Thomas J. Angfendy yang memasuki usia pensiun. Anhar akan bertugas menakhodai Metland untuk periode 2021-2026. Dari jajaran direksi selain Olivia juga ada Wahyu Sulistio dan Santoso.
Sementara dari jajaran komisaris telah ditetapkan Junita Ciputra sebagai Presiden Komisaris. Kemudian Iwan Putra Brasali dan Nanda Widya sebagai Komisaris sementara Lanny Bambang dan Leland Gerrits Rompas sebagai Komisaris Independen untuk periode 2021-2026.