Selasa, Maret 10, 2026
HomeBerita PropertiPenyaluran KPR Tumbuh Tinggi, Rasio Kredit Bermasalahnya Juga Lebih Besar

Penyaluran KPR Tumbuh Tinggi, Rasio Kredit Bermasalahnya Juga Lebih Besar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kendati likuidits mengetat akibat kenaikan bunga acuan setahun terkahir, penyaluran kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) tetap tinggi.

Hingga akhir Juni 2024 penyaluran KPR mencapai Rp697,26 triliun (9,32 persen dari total kredit), dan KPA Rp30,13 triliun (0,41 persen dari total kredit).

“Penyaluran KPR tumbuh 13,97 persen secara tahunan (yoy) dan KPA 7,26 persen, di atas pertumbuhan total kredit yang tercatat 12,36 persen,” kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui keterangan tertulis Minggu (15/9/2024).

Pertumbuhan penyaluran KPR dan KPA tersebut terjadi, menyusul kenaikan bunga acuan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen sejak April 2024, yang mendorong kenaikan bunga simpanan.

Kebijakan insentif free PPN 100 persen yang dirilis pemerintah untuk sektor properti sejak November 2023, sangat mungkin mempengaruhi peningkatan penyaluran KPR dan KPA tersebut.

Diperpanjangnya insentif free PPN 100 persen itu hingga akhir Desember 2024, setelah berakhir pada 30 Juni 2024, dipredikasi akan makin mendongkrak penyaluran KPR.

Baca juga: Penjualan Agung Podomoro Melesat Berkat Dukungan KPR Berbunga Rendah

Namun, yang perlu dicermati adalah rasio kerdit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit properti, yang juga lebih tinggi dibanding NPL total kredit.

NPL total kredit akhir Juni 2024 tercatat 2,26 persen. Sedangkan NPL kredit properti 2,64 persen, dengan NPL KPR mencapai 2,40 persen dan NPL KPA 2,62 persen.

Juli 2024 NPL kredit properti itu meningkat menjadi 2,68 persen, kendati sudah lebih rendah dibanding Juli 2023 yang tercatat 2,81 persen (yoy).

Kalangan perbankan menyebut peningkatan NPL kredit properti itu karena penurunan daya beli, yang membuat kemampuan membayar angsuran (repayment capacity) debitur KPR/KPA melemah.

Berita Terkait

Ekonomi

Perkuat Kinerja Bisnis, Bank BNI Bagikan Dividen Hingga Buyback Saham

Bank BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun...

Bank BSI Terus Dorong Pelaku Usaha Grassroot Naik Kelas

Bank BSI terus memperkuat komitmen dalam mendukung pertumbuhan Usaha...

Emas Fisik Langka, Bisa Nabung di Pegadaian

Beberapa waktu terakhir, logam mulia emas semakin sulit ditemukan...

Berita Terkini