Sabtu, April 4, 2026
HomeBahan BangunanProgram 3 Juta Rumah Membuat Perusahaan Ini Optimis dengan Kinerja Bisnisnya

Program 3 Juta Rumah Membuat Perusahaan Ini Optimis dengan Kinerja Bisnisnya

Gejolak ekonomi global yang memengaruhi aktivitas ekonomi domestik, berdampak pada kinerja industri semen. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, konsumsi semen Indonesia hingga triwulan III-2024 menurun 2,5 persen secara tahunan (yoy).

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) misalnya, selama sembilan bulan pertama 2024 mencatat penjualan 9,8 juta ton semen dan produk semen, dengan pendapatan Rp8,74 triliun, beban pokok pendapatan Rp7 triliun, laba bruto Rp1,7 triliun, EBITDA Rp1,4 triliun, dan laba periode berjalan Rp422 miliar.

Manajemen SBI melalaui keterangan resmi akhir pekan ini menyatakan, di tengah tantangan industri itu, SBI berhasil mempertahankan profitabilitas dengan menurunkan beban hutang melalui percepatan pembayaran.

SBI adalah anak perusahaan BUMN PT Semen Indonesia Tbk (SIG) yang bergerak di bidang bisnis terintegrasi, mulai dari semen, beton siap pakai, agregat, sampai layanan pengelolaan limbah.

SBI mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan kapasitas produksi 14,8 juta ton semen per tahun.

Kendati situasi ekonomi belum terlalu kondusif, Direktur Utama SBI Asri Mukhtar menyatakan, SBI tetap optimis memandang kinerjanya ke depan.

Terutama karena adanya program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah, serta kelanjutan pembangunan proyek infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia.

“SBI mendukung upaya pemerintah menyediakan infrastruktur dan perumahan bagi masyarakat, karena membuka peluang pertumbuhan bagi sektor bahan bangunan,” kata Asri.

Ia menyebutkan, SBI terus berinovasi dalam penyediaan produk semen berkualitas dan ramah lingkungan. Antara lain berupa produk beremisi karbon lebih rendah hingga 38 persen dibanding semen konvensional.

Baca juga: Semen Indonesia Pamerkan Rumah MBR dari Semen Hijau di IKN

Produk utama SBI termasuk semen merek Dynamix, Semen Andalas, serta beton bernilai tambah seperti SpeedCrete (beton cepat kering untuk perbaikan jalan), dan ThruCrete (beton berpori untuk meminimalkan genangan air).

Komitmen SBI menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasinya, sudah mendapatkan penghargaan Good Mining Practice dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pabriknya di Narogong, Lhoknga, dan Tuban.

Asri memperkirakan prospek industri semen membaik, seiring komitmen pemerintah pada proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek strategis lainnya, dan program pembangunan tiga juta rumah. “SBI akann mengoptimalkan setiap peluang guna mencapai pertumbuhan kinerja yang lebih solid,” ujarnya.

SBI juga terus berupaya mencapai target bisnis melalui penguatan sinergi dengan SIG untuk pengelolaan pasar domestik, serta memperluas pasar ekspor lewat kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC).

Berita Terkait

Ekonomi

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini