Minggu, Januari 18, 2026
HomeBankQ3 2025 Kinerja Bisnis Bank BSI Rata-Rata Tumbuh Double Digit

Q3 2025 Kinerja Bisnis Bank BSI Rata-Rata Tumbuh Double Digit

Bank BSI membukukkan kinerja yang kuat hingga posisi triwulan ketiga 2025 dengan rata-rata kinerja keuangan tumbuh double digit dan di atas pertumbuhan industri nasional. Pertumbuhan ini mayoritas dari kontribusi bisnis emas dan haji sebagai mesin utama bisnis Bank BSI.

Dengan kondisi ini Bank BSI berhasil meraih laba sebesar Rp5,57 triliun pada periode triwulan ketiga 2025. Menurut Direktur Utama Bank BSI Anggoro Eko Cahyo, dukungan pemerintahan Presiden Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui pendirian Bank Emas pada Februari lalu ikut berdampak signifikan.

“Kinerja solid Bank BSI ini tidak lepas dari dukungan kuat pemerintah melalui berbagai kebijakan ekonomi dan program stimulusnya. Program tersebut memperkuat peran kami dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Selain program stimulus tersebut, penurunan BI Rate dan penempatan dana SAL pada periode ini juga cukup membuat likuiditas perbankan lebih kondusif,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Rabu (29/10).

Bank BSI memperoleh penempatan dana SAL sebesar Rp10 triliun yang saat ini telah terserap habis. Dana ini mampu mendorong posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) per triwulan ketiga mencapai Rp348,38 triliun, naik 15,66 persen (tahunan/yoy).

Mayoritas DPK saat ini berada di kategori dana murah (CASA) yaitu sebesar 59,42 persen. Komposisi DPK Bank BSI terdiri atas tabungan sebesar 41,95 persen dengan outstanding Rp146,36 triliun, giro (17,41 persen) dengan outstanding Rp60,64 triliun dan deposito (40,58 persen) dengan outstanding Rp141,38 triliun. Peningkatan dana mendorong aset Bank BSI tumbuh 12,37 persen menjadi Rp416triliun.

Tahun 2025 Bank BSI fokus untuk terus menumbuhkan dana murah khususnya tabungan dari unique sharia proposition yakni tabungan haji dan tabungan bisnis dengan pertumbuhan masing-masing 19 persen dan 55 persen.

Baca juga: Bank BSI Dapat Alokasi 10 Ribu KPR FLPP, Dorong Kerja Sama Dengan Ormas

Dari sisi pembiayaan, pada triwulan ketiga membukukan Rp300,85 triliun, naik 12,65 persen (yoy). Mayoritas pembiayaan dikontribusi segmen ritel UMKM dan konsumer termasuk emas sebesar Rp217,86 triliun dengan komposisi sebesar 72,42 persen disusul segmen wholesale sebesar Rp82,89 triliun atau mengomposisi 27,58 persen.

Bank BSI masih menjadikan emas sebagai produk unggulan. Sejak peluncuran layanan bulion oleh pemerintah 26 Februari 2025, bisnis emas Bank BSI tumbuh melesat 72,82 persen (yoy) mencapai Rp18,76 triliun yang terdiri atas cicil emas Rp10,32 triliun tumbuh 106,36 persen (yoy), dan gadai emas Rp8,44 triliun tumbuh 44,19 persen (yoy).

Selain pembiayaan emas, Bank BSI juga mencatatkan pertumbuhan Tabungan E-mas dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton, dan CIF rekening emas mencapai 200 ribu. Melesatnya pembiayaan emas juga mendorong pembiayaan konsumer Bank BSI naik 15,02 persen dengan outstanding Rp167,62 triliun. Adapun sektor-sektor produktif yang menopang pembiayaan wholesale Bank BSI yakni pada sektor telekomunikasi, agrobisnis, dan transportasi.

Baca juga: Ancang-ancang Bank BSI Terapkan Pembiayaan Hijau

Tak hanya tumbuh sustain, kualitas pembiayaan juga terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,86 persen membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri. Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho Bank BSI menyebut, akan melanjutkan inisatif penguatan IT dan digital untuk menopang ekspansi bisnis perusahaan ke depan.

‘’Tak hanya inovasi, kami juga akan memaksimalkan infrastruktur IT dan digital untuk memperluas coverage dan meningkatkan profitabilitas. Kami optimistis dengan penguatan kapasitas IT akan mampu meningkatkan sekaligus melayani nasabah dana dan pembiayaan lebih baik yang saat ini jumlahnya melesat mencapai 22,6 juta nasabah,” bebernya.

Memasuki akhir tahun ini, Bank BSI akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan agar layanan semakin cepat, efisien, dan inklusif, hingga peningkatan kapabilitas SDM serta IT dan infrastruktur.

Berita Terkait

Ekonomi

Penjualan Emas Bank BSI Tembus 2,18 Ton

Bank BSI merupakan bank emas pertama di Indonesia dan...

Tiga Hari Pekan Ini Modal Asing Cabut Rp7,71 Triliun, Rupiah Kian Amblas

Setelah selama tiga pekan sebelumnya terus mengalir masuk (beli...

Dari Pantai, Goa, Hingga Waterfall, Ada Semua di Maluku Tenggara

Ada banyak panorama alam yang bisa dinikmati di “seribu...

Berita Terkini