Ekonomi Dipersepsikan Lebih Baik, Cari Kerja Lebih Mudah, Penghasilan Meningkat
Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Oktober 2025 yang dipublikasikan Senin (10/11/2025), mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat. Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2025 sebesar 121,2 (indeks >100 alias optimis), naik 5,2 poin dibanding 115 pada September 2025.
Peningkatan IKK itu bersumber dari keyakinan terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan, yang berada pada level optimis dan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Tergambar dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 109,1 dan 133,4, naik dibanding 102,7 dan 127,2 pada September.
Peningkatan IKE bersumber dari kenaikan indeks seluruh komponen pembentuknya. Paling tinggi kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dari semula pesimis (indeks <100) dengan indeks 92, menjadi optimis (indeks >100) dengan indeks 102,6.
Ini menunjukkan masyarakat yang selama beberapa bulan sebelumnya pesimis terhadap ketersediaan lapangan kerja, kini merasa optimis bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan seiring kondisi ekonomi yang membaik.
Dari 4 kelompok, hanya kelompok berpendidikan SMA yang masih pesimis terhadap ketersediaan lapangan kerja dengan indeks 98,2. Kendati demikian indeksnya naik paling signifikan dibanding September 2025 yang tercatat sebesar 86,4.
Sementara 3 kelompok lain (lulusan akademi/diploma, sarjana, dan pasca sarjana) berada di level optimis, dengan optimisme tertinggi pada kelompok pascasarjana (indeks 123), dan kenaikan optimisme terbesar pada kelompok akademi/diploma dengan indeks 109,5 dari bulan sebelumnya 99,5, diikuti kelompok sarjana dari 106 menjadi 113,3.
Baca juga: Rekrutmen Pekerja di Industri Manufaktur Terus Meningkat, September Tertinggi Dalam 5 Bulan Terakhir
Dua indeks lainnya, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), juga meningkat dari 112,9 dan 103,2 menjadi 117,1 dan 107,5.
Hal ini mengindikasikan konsumen juga optimis dengan penghasilannya saat ini seiring peningkatan optimisme terhadap kondisi ekonomi, dan karena itu lebih mampu membeli barang tahan lama (kebutuhan sekunder dan tersier) selain kebutuhan dasar (primer).
Optimisme tertinggi terhadap penghasilan saat ini atau IPSI, terjadi pada kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) dengan indeks 122,7 dari sebelumnya 122,3. Sedangkan peningkatan optimisme terbesar terhadap penghasilan saat ini terjadi pada kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dengan indeks 113,1 dari sebelumnya 104,9.
Untuk IPDG optimisme tertinggi juga terjadi pada kaum atas dengan indeks 112,1, kendati menurun dibanding September 2025 sebesar 113,6. Diikuti kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) dengan indeks 106,3 atau menurun dibanding September 2025 sebesar 106,7.
Sedangkan peningkatan optimisme tertinggi juga terjadi pada kaum bawah dari 95,1 (pesimis) menjadi 102,5 atau optimis. Sementara kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) masih pesimis dengan kemampuan membeli barang tahan lama, dengan indeks 95,1 kendati meningkat dibanding September 2025 sebesar 90,5.