Modal Asing Tetap Ramai Masuk di Ujung 2025, Rupiah Pun Menguat
Tetap ramainya arus masuk modal asing portofolio di penghujung tahun 2025, membuat nilai tukar rupiah terdongkrak terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Mengutip laporan Bank Indonesia (BI) melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso, Jum’at (2/1/2026), pada akhir perdagangan Rabu, 31 Desember 2025, rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.670 per USD.
Menguat cukup signifikan (95 poin) dibanding penutupan perdagangan pekan sebelumnya, Selasa, 23 Desember 2025, di level (bid) Rp16.765 per USD.
Penguatan rupiah terjadi saat imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun makin turun ke level 6,05 persen, indeks dolar AS atau DXY menguat ke level 98,32, dan yield surat utang pemerintah AS atau US Treasury (UST) Note 10 tahun naik ke level 4,167 persen.
Hal itu menjadi indikator persepsi positif investor asing terhadap prospek investasi dan perekonomian Indonesia.
Baca juga: Risiko Investasi Kian Rendah, Modal Asing Kembali Banyak Masuk, Tapi Rupiah Kian Payah
Pada awal perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, rupiah dibuka sedikit melemah (10 poin) ke level (bid) Rp16.680 per USD, dan pada akhir perdagangan makin melemah 45 poin dengan ditutup di level Rp16.725 per USD.
Namun, dibanding akhir perdagangan pekan lalu, Rabu, 24 Desember 2025, yang ditutup di level Rp16.767 per USD, nilai tukar rupiah 2 Januari 2026 itu menguat 42 poin. Penguatan rupiah itu terjadi saat yield SBN 10 tahun makin turun tipis ke level 6,04 persen.