Penghujung Tahun Modal Asing Tetap Ramai Masuk Indonesia
Premi risiko investasi atau credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun terus melandai. Menunjukkan persepsi positif investor asing terhadap prospek investasi dan perekonomian Indonesia.
Mengutip laporan Bank Indonesia (BI) melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso, Jum’at (2/1/2026), per 1 Januari 2026 premi CDS Indonesia 5 tahun tercatat sebesar 67,78 bps, turun dibanding 26 Desember 2025 sebesar 69,95 bps.
Persepsi terhadap risiko investasi yang kian rendah itu, membuat modal asing portofolio tetap ramai masuk ke Indonesia selama Desember 2025, kendati yield (imbal hasil) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun terus menurun menjadi 6,05 persen.
Pada akhir Desember 2025, selama tiga hari 29 – 31 Desember 2025 saja, modal asing tercatat masuk bersih (beli neto) Rp2,43 triliun.
Terdiri dari beli neto Rp1,23 triliun di pasar saham dan Rp1,66 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), serta jual neto (keluar bersih) hanya Rp0,46 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Baca juga: Jelang Tutup Tahun, Modal Asing Ramai Masuk ke RI
Pekan sebelumnya selama 2 hari saja (22-23 Desember 2025) modal asing masuk bersih Rp3,98 triliun.
Sebelumnya selama 1-4 Desember 2025 modal asing masuk bersih Rp14,08 triliun. Sempat keluar pada minggu berikutnya (8-11 Desember 2025) tapi hanya Rp130 miliar, sebelum kembali masuk Rp240 miliar pada pekan berikutnya lagi (15-18 Desember) sebesar Rp240 miliar.
Hanya, memang meski selama Desember 2025 modal asing ramai masuk, secara kumulatif sepanjang tahun lalu investor asing masih membukukan jual neto.
Selama 2025 hingga 31 Desember, asing tercatat jual neto Rp17,00 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di SRBI, serta hanya beli neto Rp2,01 triliun di pasar SBN.