Selasa, Januari 6, 2026
HomeBerita PropertiOpini: 4 Faktor Yang Memengaruhi Nilai Properti

Opini: 4 Faktor Yang Memengaruhi Nilai Properti

Oleh: Ni Luh Asti Widyahari
Penilai & Advisor Properti, Pendiri Penilaian.id dan CekNilai.id

Dalam dunia penilaian properti, nilai bukanlah angka yang muncul begitu saja. Ia dibentuk oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dan dinamis. Memahami berbagai faktor ini sangat penting bukan hanya bagi Penilai tetapi juga untuk masyarakat umum yang ingin mengambil keputusan cerdas dalam berinvestasi atau membeli properti.

Ada empat faktor utama yang memengaruhi nilai suatu properti:

Kebijakan
Peraturan pemerintah dan kebijakan tata ruang dapat meningkatkan atau menurunkan nilai properti secara signifikan. Misalnya perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW), ketika suatu kawasan yang sebelumnya adalah zona pertanian diubah menjadi zona komersial, nilai tanah di area tersebut akan melonjak drastis.

Kemudian pembangunan proyek infrastruktur seperti jalan tol atau stasiun kereta yang melewati suatu kawasan bisa meningkatkan nilai properti secara tiba-tiba. Insentif pajak yang diberikan pemerintah daerah bisa menarik investor dan mendongkrak nilai tanah. Sebaliknya, larangan mendirikan bangunan tinggi di suatu kawasan bisa menahan nilai kenaikan properti.

Ekonomi
Kondisi perekonomian bisa sangat memengaruhi daya beli dan permintaan terhadap aset properti. Misalnya inflasi dan suku bunga yang tinggi bisa menurunkan daya beli terhadap produk hunian sehingga harga properti bisa stagnan atau bahkan turun.

Pertumbuhan ekonomi di daerah seperti kota-kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat merupakan indikator tren kenaikan harga properti. Kemudian pasar tenaga kerja yang tinggi bisa berdampak pada nilai properti.

Sosial
Preferensi masyarakat, demografi, dan gaya hidup membentuk persepsi terhadap nilai suatu properti. Sebagai contohnya, hunian yang dekat dengan fasilitas umum seperti LRT dan MRT, properti yang berada di radius jalan kaki akan mengalami peningkatan nilai yang signifikan. Selain itu fasilitas seperti sekolah unggulan, rumah sakit, pusat komunitas, komersial, dan lainnya bisa membuat sebuah kawasan lebih diminati yang membuat nilai propertinya meningkat.

Alam
Kondisi alam dan lingkungan sekitar juga turut membentuk nilai suatu properti. Misalnya topografi dan pemandangan, properti yang berada di dataran tinggi dengan view alam biasanya memiliki nilai lebih tinggi. Tapi risiko bencana seperti area rawan banjir, gempa bumi, akan memiliki nilai lebih rendah. Hal lainnya kualitas udara dan lingkungan. Area yang bersih, hijau, dan minim polusi lebih disukai dan memiliki nilai properti yang cenderung stabil naik.

Jadi produk properti tidak bisa hanya dilihat tanah dan bangunannya saja tapi harus dibaca konteks di sekelilingnya karena bisa berpengaruh besar dalam menentukan berapa nilai suatu aset. Memahami faktor-faktor ini juga membantu dalam mengambil keputusan yang lebih bijak saat membeli, menjual, maupun mengembangkan properti.

Berita Terkait

Ekonomi

Inflasi 2025 Hampir Dua Kali Inflasi 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Desember 2025 terjadi...

Surplus Neraca Dagang Indonesia Berlanjut Tanpa Jeda

Neraca perdagangan Indonesia masih terus mencatat surplus. Sepanjang Januari-November...

Industri Otomotif Melempem, Indeks Kepercayaan Industri Melemah

Sama seperti PMI (Purchasing Managers' Index) Manufaktur versi S&P...

Penghujung 2025 Manufaktur RI Mengendur

Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global, Jumat...

Berita Terkini