Jumat, Januari 9, 2026
HomeBankPembiayaan Hijau Bank BSI Capai Lebih Rp73 Triliun

Pembiayaan Hijau Bank BSI Capai Lebih Rp73 Triliun

Bank BSI menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek yang fokus pada efisiensi energi di Indonesia. Dengan kerja sama ini diharapkan pembiayaan proyek efisiensi energi (EE) akan lebih meluas melalui model de-risking yang menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independent, dan asuransi performa (surety bond).

Kerja sama ini telah dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) diantara kedua belah pihak. Proyek EE ini dilakukan melalui model Energy Savings Insurance (ESI) yang bisa dijadikan referensi bagi pengembangan produk pembiayaan hijau atau efisiensi energi, sejalan dengan komitmen keberlanjutan yang telah dijalankan.

“Melalui inisiasi ESI ini kami berharap dapat mendukung pengembangan proyek di Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060,” ujar Wakil Direktur Utama Bank BSI Bob T Ananta dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Kamis (08/01).

Komitmen ini juga menandai konsistensi Bank BSI untuk mengimplementasikan aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) dalam bisnis operasional serta memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan.

Berbagai program dan produk ramah lingkungan terus dikembangkan untuk mewujudkan visi keberlanjutan Bank BSI yang mengusung tagline “The Best Global Islamic Bank Based on Implementation of Sustainable Finance”.

Baca juga: Ancang-ancang Bank BSI Terapkan Pembiayaan Hijau

Bukan sekadar slogan, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank BSI telah mencapai 24,6 persen dari total pembiayaan yang telah disalurkan yakni Rp73,16 triliun per September 2025. Selain itu, Bank BSI telah melakukan penerbitan Sukuk Sustainability dengan dua tahap.

Tahap pertama dan kedua Sukuk Sustainability yang diterbitkan berturut-turut sebanyak Rp3 triliun dan Rp5 triliun pada tahun 2024 dan 2025 serta berbagai inovasi keberlanjutan yang terus dilaksanakan Bank BSI.

MoU ini juga sebagai tonggak awal untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dalam program UK PACT, UK Partnering for Accelerated Climate Transitions.

UK PACT merupakan program pendanaan kerjasama internasional Pemerintah Inggris (melalui British Embassy Jakarta) dan Pemerintah Indonesia (melalui Direktorat Jenderal EBTKE KESDM) untuk mendukung Indonesia dalam melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Berita Terkait

Ekonomi

November 2025 Kredit Bermasalah Pinjol Meningkat Pesat

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK),...

Dahului BPS, Purbaya Akui Ekonomi Triwulan IV-2025 Tak Akan Tumbuh Sesuai Janji 5,7 Persen

Badan Pusat Statirstik (BPS) belum mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi...

Desember 2025 Cadangan Devisa RI Kembali Melonjak

Cadangan devisa RI sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah...

Berita Terkini