Masyarakat Diajak Berkontribusi Wujudkan IKN Sebagai Kota Hutan
Mengawali tahun 2026, Otorita Ibukota Nusantara (IKN) mengajak untuk memulai tahun ini dengan langkah hijau melalui kegiatan penanaman pohon bersama di Ruang Terbuka Hijau Plaza Yudikatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Kegiatan ini untuk menjadi simbol awal tahun yang sarat makna yaitu menanam pohon yang memiliki filosofi menanam harapan, menumbuhkan kehidupan, dan memperkuat komitmen menjadikan Nusantara sebagai kota hutan.
Lebih dari 100 pohon ditanam bersama oleh masyarakat dan pengunjung. Sebanyak 13 jenis tanaman yang terdiri dari pohon buah-buahan dan kayu-kayuan dipilih untuk memperkaya keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ekosistem hijau di kawasan inti IKN.
Menurut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimulyono, penanaman ini bukan sekadar acara seremonial tapi sebagai ajakan untuk membangun hubungan jangka panjang antar manusia dan alam di ibukota baru dan bagaimanan kegiatan menanam pohon harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat khususnya di Nusantara.
“Saya mengucapkan selamat tahun baru 2026 dan kita akan terus menanam dan menanam. Kami mengajak para pengunjung meninggalkan jejak hijau di IKN dan nanti saat kembali ke sini misalnya 10 tahun lagi, tempat ini sudah menjadi hutan dan ini adalah hutan bapak-ibu sekalian,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi Otorita IKN Jumat (09/01).
Baca juga: Libur Nataru, Pengunjung IKN Ramai. OIKN Siapkan Layanan
Antusias masyarakat yang ikut menanam juga sangat tinggi sejak proses ini dibuka secara daring. Dari pendaftar yang masuk, 142 orang tercepat dipilih untuk mengikuti kegiatan penanaman. Rata-rata peserta mengaku mendaftar karena memiliki hobi menanam dan ketertarikan pada kegiatan lingkungan sementara sisanya terdorong oleh keinginan berkontribusi langsung dalam pembangunan hijau IKN serta mengisi awal tahun dengan aktivitas bermakna.
Sebelum penanaman dimulai, setiap peserta menerima tag untuk menuliskan nama serta harapan mereka di tahun 2026 yang kemudian diikatkan pada pohon yang ditanam. Harapan-harapan tersebut menjadi penanda personal sekaligus simbol keterikatan antara masyarakat dan ruang hidup yang sedang tumbuh di IKN.
Para peserta berasal dari beragam latar belakang dan wilayah mulai dari Balikpapan, Samarinda, hingga luar Pulau Kalimantan seperti Palembang, Medan, dan daerah lainnya. Rentang usia peserta pun beragam, dari anak-anak hingga orang tua yang mencerminkan semangat menanam yang lintas generasi.
Melalui kegiatan ini, Otorita IKN berharap semangat menanam pohon tidak berhenti pada satu momentum, tetapi tumbuh menjadi identitas dan budaya masyarakat Nusantara. Pembangunan IKN diharapkan tidak hanya menghadirkan kota yang modern dan inklusif tetapi juga lestari, sejuk, dan harmonis dengan alam.
“Ke depan, kegiatan penanaman pohon akan terus digalakkan sebagai bagian dari gerakan kolektif menjadikan IKN sebagai kota hutan yang hidup, tumbuh, dan diwariskan untuk generasi mendatang,” pungkas Basuki.