Langgur Jadi Gerbang Keindahan Kepulauan Kei Maluku Tenggara
Di tengah terus meningkatnya perhatian publik terhadap destinasi wisata alam khususnya Indonesia bagian timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara menegaskan bahwa wilayahnya mempunyai posisi sebagai salah satu tujuan destinasi wisata alam unggulan.
Ada begitu banyak panorama alam yang bisa dinikmati di kawasan “seribu pulau” antara lain kejernihan laut, bentangan pantai berpasir putih, serta gugusan pulau yang masih alami yang menjadikan wilayah ini semakin ramai diperbincangkan wisatawan nasional maupun luar negeri.
Sebelum wisatawan menapakkan kakinya di Pantai Ngurbloat (pasir panjang) dan menyusuri pasir timbul Ngurtafur, menurut Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, ada satu kota yang menjadi titik awal setiap perjalanan menuju Kei, yakni Langgur, Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara.
“Selain keindahan alam, Langgur menghadirkan kekuatan lain yang menjadi ciri khas wilayah Maluku Tenggara yaitu kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai Ain ni Ain atau kita semua bersaudara. Nilai ini tercermin dalam keseharian warga mulai dari interaksi di pasar tradisional, aktivitas di bandara, hingga sikap terbuka masyarakat dalam membantu dan menyambut pendatang,” ujarnya dikutip dari siaran pers Rabu (14/01).
Keramahan tersebut bukan sekadar atraksi wisata melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Kei yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi hingga saat ini. Dengan panorama alam yang indah, berwisata di Langgur akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Seluruh perjalanan menuju Kepulauan Kei diawali dari Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) yang terletak di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara. Nama bandara ini tercatat di tiket dan itinerary ribuan pelancong setiap tahunnya, menjadikan Langgur sebagai simpul utama transportasi, logistik, dan pelayanan publik di Maluku Tenggara.
Di kota inilah wisatawan pertama kali menyaksikan bentang Laut Kei dari jendela pesawat, menghirup udara laut yang khas, serta merasakan ritme kehidupan kepulauan yang tenang dan bersahaja. Langgur menjadi pintu awal sebelum berbagai destinasi unggulan Kei ditemukan.
Baca juga: Desa Ponggok Disulap Jadi Pusat Pariwisata dan Bisnis Berkelanjutan
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Maluku Tenggara Victor E. Budhi Toffi menambahkan, berbeda dari kota persinggahan pada umumnya, Langgur menawarkan pengalaman pariwisata yang luar biasa sehingga sangat patut dinikmati.
“Dalam jarak tempuh singkat dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan, destinasi alam dengan air sebening kaca yang sarat nilai sejarah dan legenda lokal atau jalan-jalan pesisir di sekitarnya menghadirkan panorama laut biru jernih yang menjadi pengantar awal keindahan Maluku Tenggara,” katanya.
Pemkab Maluku Tenggara kian confident karena tidak semua kota memiliki peran sebagai gerbang menuju surga wisata alam seperti Langgur. Semuanya berjalan bukan dengan gegap gempita melainkan melalui peran nyata sebagai pusat aktivitas dan penyambut pertama bagi setiap pengunjung di Kepulauan Kei.
“Oleh karena itu Pemkab Maluku Tenggara terus mengampanyekan #KEIndahanIndonesiadimulaidisini dan #VisitKei untuk mengajak masyarakat nasional dan mancanegara mengenal dan menyebut Langgur sebagai bagian penting dari cerita perjalanan wisata di Kei,” pungkas Thaher.
