Jumat, Januari 16, 2026
HomeNewsEkonomiTiga Hari Pekan Ini Modal Asing Cabut Rp7,71 Triliun, Rupiah Kian Amblas

Tiga Hari Pekan Ini Modal Asing Cabut Rp7,71 Triliun, Rupiah Kian Amblas

Setelah selama tiga pekan sebelumnya terus mengalir masuk (beli neto) ke Indonesia, pekan ini aliran masuk modal asing portofolio berbalik keluar (jual neto). Nilainya juga langsung melesat tinggi.

Dipicu perasaan cemas pemilik uang atau investor terhadap situasi global yang makin diliputi ketidakpastian. Terakhir karena konflik Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela, yang melebar ke Kolombia dan Kuba, kemudian Denmark (Greenland).

Diperburuk konflik yang meruncing antara Presiden Donald Trump dan Gubernur The Fed Jerome Powell, pernyataan Trump yang tidak peduli dengan hukum internasional, dan keluarnya AS dari 62 lembaga internasional di PBB.

Investor pun ramai-ramai menarik dana dari instrumen investasi yang ada di emerging market seperti Indonesia, untuk dipindahkan ke dolar AS sebagai safe haven.

Mengutip laporan Bank Indonesia, Kamis (15/1/2026), selama 12 – 14 Januari 2026, nonresiden atau investor asing tercatat jual neto sebesar Rp7,71 triliun.

Terdiri dari jual neto Rp8,15 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp2,64 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kenaikan imbal hasil (yield) SBN hingga 6,23 persen tidak cukup kuat menahan pelarian modal asing tersebut.

Masifnya modal asing yang kelur dari Indonesia itu, menjadi salah satu penyebab kian terpuruknya nilai tukar rupiah mendekati level psikologis Rp17.000 per USD.

Baca juga: Rupiah Terpuruk Kendati Modal Asing Masih Rajin Masuk

Modal asing hanya mengalir masuk (beli neto) Rp3,08 triliun di pasar saham, karena masih optimis dengan prospek perekonomian dan pasar modal RI.

Kendati demikian, pada saat bersamaan premi risiko investasi atau credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 14 Januari 2026 naik menjadi 71,43 bps, dari 69,31 bps per 9 Januari 2026, yang mencerminkan sikap yang lebih hati-hati terhadap prospek investasi Indonesia.

Secara keseluruhan, selama tahun 2026 hingga 14 Januari 2026, asing masih mencatat masuk bersih (beli neto) di Indonesia. Yaitu, beli neto Rp5,33 triliun di SRBI dan Rp6,16 triliun di pasar saham, serta jual neto Rp9,91 triliun di pasar SBN.

Berita Terkait

Ekonomi

Dari Pantai, Goa, Hingga Waterfall, Ada Semua di Maluku Tenggara

Ada banyak panorama alam yang bisa dinikmati di “seribu...

November 2025 Utang Luar Negeri Pemerintah Menurun

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Kamis (15/1/2026), utang luar negeri...

Tahun Ini Pemerintah Targetkan Kunjungan Turis Asing Hingga 17,6 Juta

Pemerintah akan menggenjot sektor pariwisata, karena kontribusinya yang kian...

Berita Terkini