Begini Prospek Pasar Properti 2026 Menurut Chairman Samera Group Adi Ming
Adi Ming E, Chairman Samera Group, menyampaikan optimismenya pasar properti nasional tahun ini akan memasuki fase pemulihan.
Keyakinan itu didukung banyak pakar ekonomi yang menyatakan membaiknya berbagai indikator makroekonomi, dan berlanjutnya kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor perumahan.
Samera Group baru saja meluncurkan rumah contoh di klaster Damara 2, Samera Djohor, proyek residensial di kawasan Namorambe, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (23/1/2026) lalu. Rumah di klaster terbaru itu dirancang untuk keluarga muda dan dijamin bebas banjir.
Menurut Adi Ming E, Samera Group sengaja mengangkat tagline “Perumahan Bebas Banjir” di Samera Djohor, karena . isu banjir bukan sekadar narasi pemasaran, melainkan komitmen fundamental dalam perencanaan kawasan.
“Kami tidak ingin menjual janji, tapi menghadirkan kepastian hunian yang aman dan nyaman untuk puluhan tahun ke depan. Ketika kemarin ujian banjir itu datang, penghuni merasakan buktinya,” katanya melalui keterangan tertuli dikutip Senin (2/2/2026).
Adi Ming E mengungkapkan, seluruh proyek perumahan Samera Group dirancang dengan standar yang sama terkait mitigasi banjir.
Bahkan, ia berseloroh kawasan hunian Samera Group tidak tergenang air, sekalipun dalam banjir parah yang menimpa Sumut akhir November 2025. Mitigasi banjir di proyek residensial itu, dilakukan melalui kajian historis kawasan, serta perhitungan teknis yang matang sejak tahap awal pengembangan.
Dari sisi teknis, perhatian utama Samera Group terletak pada pemilihan elevasi lahan dan sistem drainase yang terintegrasi.
“Kesalahan dalam menentukan dua aspek tersebut, akan berdampak panjang terhadap kualitas hunian dan kenyamanan penghuni. Karena itu, seluruh infrastruktur disiapkan bukan untuk kebutuhan sesaat, melainkan untuk penggunaan jangka panjang hingga lintas generasi,” jelas Adi Ming.
Baca juga: Samera Djohor Lansir Rumah Contoh di Klaster Baru Damara 2
Mengenai outlook properti 2026, Adi Ming E menyebut tahun ini sebagai momentum kebangkitan pasar properti. Sementara tahun lalu merupakan periode penuh tantangan, sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri.
“Kami melihat 2026 sebagai titik balik, dan itu diungkapkn juga oleh banyak pakar, bahwa kepercayaan konsumen mulai pulih dan pasar bergerak lebih sehat,” terangnya.
Optimisme itu juga diperkuat oleh kebijakan pemerintah yang memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk transaksi properti hingga 31 Desember 2026.
Kebijakan ini memberi ruang bagi developer untuk lebih inovatif dalam menghadirkan produk hunian. Inovasi tidak terbatas pada strategi (gimmick) penjualan, tapi juga pada peningkatan fasilitas, kualitas bangunan, dan spesifikasi unit.
Samera Group dikenal sebagai developer yang berani meluncurkan produk perumahan dalam berbagai kondisi pasar. Keberanian ini didasarkan pada keyakinan, kebutuhan hunian masih sangat tinggi dan belum sepenuhnya diimbangi oleh suplainya.
Dengan memahami perubahan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat urban, Samera Group berupaya menghadirkan hunian yang relevan dan adaptif dengan kondisi terkini.
Baca juga: Aurum Batam Lansir Living Commercial Hub Sobiz Festive
Terkait properti sebagai instrumen investasi, apalagi untuk menandingi instrumen emas, Adi Ming E menilai trennya masih belum signifikan.
Berdasarkan data internal, pembelian rumah masih didorong oleh kebutuhan tempat tinggal, bukan spekulasi investasi.
Namun, ia menegaskan bahwa dengan pilihan lokasi yang tepat, pengelolaan kawasan yang baik, serta komitmen layanan purna jual, properti tetap memiliki potensi pertumbuhan nilai aset yang menjanjikan dalam jangka panjang.