Tahun Ini MRT Jakarta Targetkan 50 Juta Pengguna
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 50 juta pelanggan untuk periode sepanjang tahun 2026 ini dengan target harian sebanyak 137 ribu pelanggan. Target ini ditetapkan berdasarkan tren kenaikan pelanggan yang menggunakan layanan MRT Jakarta dari tahun ke tahun.
Dikutip dari laman resmi MRT Jakarta Minggu (01/02), sepanjang Januari-Desember 2025 MRT Jakarta mencatatkan total 46.449.629 pelanggan. Angka ini menunjukkan sekitar 127.259 pelanggan menggunakan MRT Jakarta setiap hari dan merupakan jumlah yang melampaui target tahun 2024 yaitu 117 ribu pelanggan per hari.
Pada Desember 2025, tercatat 141.872 pelanggan setiap hari menggunakan layanan MRT Jakarta. Angka ini melebihi target bulan tersebut yang sebanyak 122 ribu. Bahkan capaian ini telah melampaui target akhir tahun 2025 sebesar 117 ribu pelanggan per hari.
Pada hari kerja Senin-Jumat (weekdays), angka keterangkutan telah mencapai 161.057 pelanggan per hari (dari target 137 ribu) dan pada Sabtu-Minggu (weekend) mencapai 101.584 pelanggan per hari (dari target 85 ribu). Total angka keterangkutan (ridership) pada Desember 2025 mencapai 4.398.037 pelanggan.
Stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi tercatat di Stasiun Dukuh Atas BNI dengan 781.580 pelanggan. Stasiun Blok M BCA dengan 553.599 pelanggan di urutan kedua, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 514.902 pelanggan di urutan ketiga, Stasiun Lebak Bulus BSI dengan 446741 pelanggan di urutan keempat, dan Stasiun Istora Mandiri dengan 324.950 pelanggan di urutan kelima.
MRT Jakarta juga mencatatkan relasi Stasiun Dukuh Atas BNI ke Stasiun Blok M BCA sebagai perjalanan favorit pelanggan dengan 4,18 persen perjalanan dari total perjalanan pada Desember 2025. Kelima stasiun tersebut merupakan stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya serta bangunan di sekitarnya.
Baca juga: MRT Jakarta Lampaui Target Angkut Penumpang Weekdays-Weekend
Selain integrasi, tingginya penggunaan stasiun tersebut juga dipengaruhi oleh transit mitra feeder dan program gaya hidup dan event. Relasi favorit tersebut menunjukkan bahwa Dukuh Atas yang telah tumbuh sebagai kawasan transit integrasi antarmoda dari luar Jakarta menuju kawasan Blok M yang tumbuh sebagai pusat kegiatan masyarakat perkotaan.
Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja di atas 150-160 ribu pelanggan per hari menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat weekdays.
Untuk menaikkan angka keterangkutan, MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.
Baca juga: 2025 Whoosh Layani 6,2 Juta Penumpang, Libur Isra Miraj Rilis Tiket Promo Rp200 Ribu
Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.
Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing). Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 22-23 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.