Kamis, Februari 5, 2026
HomeNewsEkonomiPertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Capai Target

Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Capai Target

Badan Pusat Statistik 9BPS) melaporkan, Kamis (5/2/2026), perekonomian Indonesia 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun, dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau USD5.083,4.

Berdasarkan angka tersebut, BPS menyebut ekonomi Indonesia 2025 tumbuh 5,11 persen dibanding 5,03 persen tahun 2024. Realisasi pertumbuhan ekonomi 2025 itu di bawah target pemerintah dalam APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

Sementara pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen, sedikit di bawah prediksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 5,4 persen. Beberapa hari sebelumnya Purbaya sudah memperkirakan, ekonomi 2025 akan tumbuh di bawah target APBN. “Mungkin sekitar 5,1 persen, di bawah (target APBN 2025),” katanya.

Menurut BPS, pertumbuhan ekonomi 2025 terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian yang terkontraksi (minus) 0,66 persen, serta konstruksi yang merosot dari 7,02 persen (2024) menjadi 3,81 persen, dan sektor lainnya yang turun dari 5,56 persen (2024) menjadi 5,42 persen (2025).

Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya 9,93 persen, diikuti Jasa Perusahaan 9,10 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78 persen.

Sementara Industri Pengolahan, serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda, dan Pertanian, Kehutanan & Peruikanan, 3 sektor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia (selain kontruksi serta pertambangan dan penggalian), tumbuh 5,30 persen, 5,49 persen, dan 5,33 persen.

Baca juga: IMF: Ekonomi RI 2025 Hanya Akan Tumbuh 5 Persen

Selama triwulan IV 2025 saja, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen dibanding triwulan IV 2024 (yoy). Pertumbuhan juga terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang terkontraksi (minus) 1,31 persen dan 0,51 persen.

Berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi 2025 juga terjadi pada seluruh komponennya. Tertinggi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa 7,03 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) 5,13 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi 5,09 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) 4,98 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) 2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam perhitungan PDB menurut Pengeluaran) tumbuh 4,77 persen.

Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada 2025, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Masih didominasi komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia, yaitu sebesar 53,88 persen, diikuti PMTB 28,77 persen, Ekspor Barang dan Jasa 22,85 persen, PK-P 7,53 persen, Perubahan Inventori 1,85 persen, dan PK-LNPRT 1,35 persen, dikurangi Impor Barang dan Jasa dengan peran 20,54 persen.

Baca juga: Purbaya: Ekonomi Indonesia akan Tumbuh Hingga 8 Persen Selama Saya Masih Menjabat

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,39 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada PMTB sebesar 6,12 persen, diikuti PK-LNPRT 5,90 persen, PK-RT 5,11 persen, PK-P sebesar 4,55 persen, dan Ekspor Barang dan Jasa 3,25 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh 3,96 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank BRI Soroti Besarnya Potensi Fintech

Bank BRI menyoroti besarnya potensi pengembangan sektor financial technology...

Penyaluran Seluruh Kredit BCA Naik, Total Mencapai Rp993 Triliun

Bank BCA dan entitas anak perusahaan mencatatkan pertumbuhan total...

Purbaya: Ekonomi Indonesia akan Tumbuh Hingga 8 Persen Selama Saya Masih Menjabat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah,...

Berita Terkini