Triwulan IV 2025 Harga Rumah Real Estate Stagnan, Meski Penjualan Meningkat
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia yang dirilis Jumat (6/2/2026) mengungkapkan, penjualan properti residensial di pasar primer (rumah baru) pada triwulan IV 2025 tumbuh 7,83 persen secara tahunan (yoy), membaik signifikan dibanding triwulan III 2025 yang terkontraksi (minus) 1,29 persen (yoy).
Kendati demikian, survei yang sama menunjukkan, harga properti residensial di pasar primer praktis stagnan. Tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 sebesar 110,56, atau tumbuh 0,83 persen dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 0,84 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh harga rumah tipe menengah yang mencatatkan indeks sebesar 113,57, tumbuh 1,12 persen (yoy), atau melambat dibandingkan triwulan III 2025 sebesar 1,18 persen (yoy).
Sedangkan harga rumah tipe kecil mencatat indeks 113,83, tumbuh 0,76 persen (yoy) pada triwulan IV 2025, atau tumbuh sedikit lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 0,71 persen (yoy).
Sementara harga rumah tipe besar mencatat indeks 108,07, atau tumbuh stabil sebesar 0,72 persen (yoy) dibandingkan triwulan III 2025.
Baca juga: Penjualan Rumah Masih Tetap Payah
Secara spasial, dari sampel perumahan developer di 18 kota yang disurvei, perumahan di 12 kota mengalami perlambatan pertumbuhan harga, dan perumahan di 2 kota mengalami penurunan IHPR secara tahunan.
Perlambatan pertumbuhan harga salah satunya tercatat di Palembang. Bahkan, harga rumah di Manado pada triwulan IV 2025 mencatat kontraksi sebesar 0,04 persen (yoy), dibanding triwulan III 2025 yang tumbuh 0,03 persen (yoy).
Secara triwulanan, IHPR di pasar primer pada triwulan IV 2025 tumbuh 0,17 persen (qtq), melambat dibandingkan 0,22 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Perlambatan tersebut terutama didorong oleh rumah tipe besar dan menengah yang tumbuh masing-masing 0,17 persen (qtq) dan 0,12 persen (qtq), lebih rendah dibandingkan 0,19 persen (qtq) dan 0,33 persen (qtq) pada triwulan III 2025.
Baca juga: Menurun Pertumbuhan Harga Rumah Kecil dan Menengah Selama Triwulan Pertama
Sementara harga rumah tipe kecil tumbuh 0,28 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan 0,16 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Secara spasial, perlambatan harga secara triwulanan pada triwulan IV 2025, terutama terjadi di Pontianak dan Yogyakarta, masing-masing sebesar 0,56 persen (qtq) dan 0,18 persen (qtq) dibandingkan 1,87 persen (qtq) dan 1,23 persen (qtq) pada triwulan III 2025.