Jelang Puasa dan Idul Fitri, Kaum Bawah Kurangi Belanja, Perbanyak Tabungan
Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir awal pekan ini mengungkapkan, pada Januari 2026 rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk belanja (average propensity to consume ratio) mencapai 72,3 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 74,3 persen.
Sementara proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 11,2 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen.
Sedangkan proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) mencapai 16,5 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 14,9 persen.
Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Terutama kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta dan Rp2,1-3 juta), masing-masing sebesar 74,5 persen dan 72,7 persen dari bulan sebelumnya 77,3 persen dan 74,6 persen.
Baca juga: Penghujung Tahun, Konsumen Kurangi Konsumsi, Perbanyak Tabungan
Sementara penurunan konsumsi kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dan kalangan atas (pengeluaran >Rp5 juta) lebih kecil. Sedangkan kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) naik proporsi konsumsinya dari 70,9 persen menjadi 72 persen.
Begitu pula untuk peningkatan porsi pendapatan yang ditabung, paling besar peningkatannya pada kaum bawah.
Yaitu, dari 14,2 persen (Desember 2025) menjadi 17,4 persen (Januari 2026) untuk kaum bawah, dan dari 14,6 persen menjadi 15,5 persen untuk kaum menengah bawah, diikuti kaum atas dari 16,4 persen menjadi 17,5 persen. Sedangkan kaum menengah dan menengah atas menurun proporsi tabungannya.