Senin, Februari 23, 2026
HomeBerita PropertiProsesnya Mudah, Penyaluran KUR Perumahan Sudah Capai Rp4,9 Triliun

Prosesnya Mudah, Penyaluran KUR Perumahan Sudah Capai Rp4,9 Triliun

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP) terus menunjukkan peningkatan.

Sri Haryati, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), menyatakan, hingga 18 Februari 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp4,9 triliun. Yaitu, untuk sisi suplai Rp1,42 triliun dan sisi demand Rp3,47 triliun.

Hal itu dingkapkan Dirjen Sri Haryati dalam podcast Suara Hunian terbaru yang tayang Minggu (22/2/2026) di kanal Kementerian PKP. Ia menyebut tingginya minat pelaku usaha terhadap KPP.

“KPP betul-betul diminati masyarakat. Tidak hanya oleh pengembang rumah subsidi, tapi juga komersial, termasuk kontraktor dan pemilik toko bangunan,” kata Sri Haryati sebagaimana dikutip keterangan tertulis Kementerian PKP, Minggu (22/2/2026).

KPP adalah kredit berbunga lunak untuk mendorong peningkatan pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang dirilis remsi pada 21 Oktober 2025.

Total pemerintah mengalokasikan dana Rp130 triliun untuk kredit program baru ini. Di sisi suplai (penyediaan), KPP diberikan kepada developer dan kontraktor perumahan, serta toko bangunan kategori UMKM.

Sedangkan di sisi demand (permintaan), KPP disalurkan kepada UMKM atau MBR yang hendak membeli, membangun atau merenovasi rumah yang juga dijadikan sebagai tempat usaha.

Di sisi suplai, pemerintah memberikan subsidi bunga KPP 5 persen per tahun, dengan nilai kredit maksimal Rp20 miliar dan tenor paling lama 5 tahun.

Sedangkan di sisi demand, subsidi bunga 5,5-10 persen per tahun tergantung nilai kredit, dengan nilai kredit maksimal Rp500 juta, dan jangka waktu (tenor) sama atau lebih lama, namun subsidi bunga hanya untuk tenor hingga 5 tahun.

Baca juga: Sebulan Diluncurkan, KUR Perumahan Terealisasi Rp492 Miliar dari Target Rp17 Triliun

Tahun lalu pemerintah menargetkan penyaluran KPP Rp17,25 triliun untuk 27.961 debitur. Yaitu, untuk sisi suplai Rp13,06 triliun bagi 7.742 debitur, dan sisi demand Rp4,19 triliun bagi 20.219 debitur.

Sri Haryati menyatakan, tahun ini penguatan penyaluran dilakukan sejak tahap sosialisasi. “Saat sosialisasi, kami mendorong sudah ada komitmen bekerja sama dengan bank penyalur. Calon yang kami undang sudah targeted segmented, betul-betul memenuhi kriteria, dan bank punya data awal profiling untuk mengakses KUR,” jelasnya.

Melesatnya realisasi penyaluran KPP tahun ini, terutama karena prosesnya yang mudah. Salah satu pelaku usaha, Direktur PT Hasanah Karya Abadi Azhary Husni, mengaku terkejut dengan prosedur yang relatif mudah dan tidak berbelit.

“Saya nggak pernah ngalamin kredit semudah ini. Yang lainnya kompleks, rumit. Kalau KPP mudah dan cepat prosesnya. Selain itu bunga KPP rendah, sehingga sangat menarik bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Baca juga: Tertarik Ambil KUR Perumahan? Simak Kriteria dan Persyaratannya

Pengalaman serupa disampaikan pelaku usaha Mokri. “Untuk wirausaha kayak saya, pengajuan KPP itu termasuk cepat,” ungkapnya.

Bahkan, menurut Dirjen Sri Haryati, dalam beberapa kasus proses pengajuan dapat berlangsung singkat. Bisa cuma satu minggu. “Kenapa KPP bisa mudah? Karena kolaborasi, monitoring, dan evaluasi yang luar biasa antar lembaga terkait dan bank penyalur,” ucapnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Penjelasan Mengenai Isi Kesepakatan Tarif Resiprokal Antara RI dan AS

Tanggal 19 Februari 2026 waktu Washington DC, Amerika Serikat...

Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Sangat Sulit Dicapai

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berulangkali menyampaikan optimismenya bisa mencapai...

Lebih dari 50 Persen Penduduk RI Terancam Rentan Miskin, Cemas dan Kehilangan Rasa Aman

Populasi Indonesia yang tergolong kelas menengah, menurut laporan Mandiri...

Berita Terkini