Jumat, Februari 27, 2026
HomeNewsEkonomiRupiah Menguat Cukup Signifikan, Dipicu Pernyataan Trump Soal Tarif ​

Rupiah Menguat Cukup Signifikan, Dipicu Pernyataan Trump Soal Tarif ​

Nilai tukar rupiah dan mata uang sejumlah negara emerging market lainnya, menguat cukup signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD. Dipicu pernyataan Presiden Donald Trump soal pengenaan tarif perdagangan timbal balik (resiprokal) yang dibatalkan Mahkamah Agung AS.

Trump menyatakan, akan melanjutkan pengenaan tarif itu dengan instrumen hukum lain yang tidak memerlukan persetujuan Kongres AS, yang memicu sentimen negatif pasar terhadap USD dan menaikkan nilai tukar mata uang negara lain.

Menurut laporan Bank Indonesia, Jumat (27/2/2026), pada akhir hari Kamis, 26 Februari 2026, rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.750 per USD. Menguat cukup signifikan dibanding penutupan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026.

Penguatan rupiah itu terjadi saat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun ke level 6,41 persen, yield surat utang pemerintah AS atau US Treasury (UST) Note 10 tahun turun ke level 4,004 persen (yang mengindikasikan melemahnya permintaan), dan indeks dolar AS atau DXY melemah ke level 97,79.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Sudah Undervalue

Pada pembukaan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, rupiah dibuka stabil di level (bid) Rp16.750 per USD, dengan pada saat bersamaan yield SBN 10 tahun makin turun ke level 6,40 persen.

Pada akhir perdagangan, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.779 per USD, namun tetap memguat cukup signifikan dibanding penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, di level Rp16.885.

Aliran modal asing di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang 23-26 Februari 2026 mencatat transaksi Rp3,57 triliun, dengan tetap besar di angka Rp34,04 triliun sampai 26 februari 2026.

Aliran modal asing portofolio di pasar saham dan SBN tidak lagi disediakan BI. Sementara Kementerian Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak selalu mempublikasikan aliran modal asing secara rutin di setiap akhir pekan.

Berita Terkait

Ekonomi

Februari Industri Manufaktur Tetap Semangat Berekspansi

Ekonomi adalah lokomotif bisnis properti. Ekonomi moncer, bisnis properti...

Januari Penerimaan Pajak Melesat, Tapi Belanja Negara Juga Melonjak

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun...

Berita Terkini