Februari Keyakinan Konsumen Menurun, Dipengaruhi Ekspektasi Terhadap Prospek Ekonomi ke Depan
Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2026 yang dirilis akhir pekan lalu mengindikasikan, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi masih tetap optimis (indeks >100).
Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 sebesar 125,2, kendati menurun dibanding Januari 2026 sebesar 127,0.
IKK Januari 2026 merupakan yang tertinggi selama setahun terakhir, hampir menyamai IKK Januari 2025 yang tercatat sebesar 127,2. Selama kurun 2020-2025, IKK tertinggi terjadi pada Mei dan Juni 2022 sebesar 128,9 dan 128,2.
Keyakinan konsumen yang tetap kuat itu, bersumber dari sikap yang tetap optimis terhadap kondisi ekonomi saat ini dan kondisi ekonomi ke depan.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sedikit meningkat dari 115,1 (Januari 2026) menjadi 115,9 (Februari 2026).
Namun, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terhadap kondisi ekonomi ke depan masih berada di zona optimis (indeks >100) sebesar 134,4, namun menurun signifikan dibanding Januari 2026 yang tercatat sebesar 138,8. Inilah yang mempengaruhi penurunan IKK pada Februari 2026.
Baca juga: Januari Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat Tinggi
Survei BI tidak menjelaskan, kenapa optimisme konsumen menurun terhadap kondisi ekonomi ke depan. Yang jelas, berdasarkan kelompok pengeluaran, hanya kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dan menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) yang sedikit meningkat keyakinan atau IKK-nya. Masing-masing dari 120,7 dan 124,2 (Januari 2026) menjadi 122,6 dan 125,5 (Februari 2026).
Sedangkan tiga kelompok pengeluaran lain menurun IKK atau optimisme atau keyakinannya terhadap kondisi ekonomi. Paling menurun IKK kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dari 118,8 menjadi 113,3, dan kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) dari 134,3 menjadi 129,2, diikuti kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) dari 121,2 menjadi 120,7.