Selasa, April 7, 2026
HomeBerita PropertiKolaborasi Badan Bank Tanah-Pemkot Bengkulu Optimalkan Lahan Eks HGB 17 Ha

Kolaborasi Badan Bank Tanah-Pemkot Bengkulu Optimalkan Lahan Eks HGB 17 Ha

Badan Bank Tanah (BBT) menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Pemerintah Kota Bengkulu mengenai perkuatan sinergi untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan tanah untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Bengkulu.

Melalui kerja sama ini kedua belah pihak berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam perencanaan, pengelolaan, pengusahaan dan pemanfaatan tanah negara secara terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bengkulu atas komitmen dan inisiatif dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Nota kesepahaman ini merupakan wujud nyata sinergi antara BBT dan Pemkot Bengkulu untuk memastikan tanah sebagai modal dasar pembangunan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat,” kata Sekretaris Badan, BBT Jarot Wahyu Wibowo dikutip dari siaran pers Senin (06/04).

Tanah memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan sehingga tidak boleh ada tanah yang tidak produktif atau terlantar. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang dan kolaboratif dalam pemanfaatannya.

Tanah juga merupakan aset penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan untuk itu harus dipastikan tidak ada tanah yang tidak memberikan manfaat. Melalui kerja sama ini akan disusun perencanaan pemanfaatan tanah secara terpadu dan berkelanjutan di Kota Bengkulu.

Baca juga: Dorong Kelolaan Tanah, Badan Bank Tanah Pastikan Aset Tanah Produktif

Sebagai lembaga yang diberikan mandat oleh pemerintah pusat, BBT memiliki tanggung jawab dalam menjamin ketersediaan tanah untuk pembangunan melalui pengelolaan cadangan umum negara.

“Kami hadir dengan tanggung jawab untuk melakukan pendayagunaan tanah sekaligus menjamin ketersediaannya bagi pembangunan. Namun upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri, diperlukan kolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Bengkulu, Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu, Kantor Pertanahan Kota Bengkulu, serta masyarakat,” imbuh Jarot.

Selanjutnya kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan tetapi akan diakselerasi hingga tahap implementasi guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kerja sama ini harus melampaui tahap perencanaan dan masuk pada tahap implementasi yang terakselerasi sehingga tujuan pemanfaatan tanah dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan terkait semangat dan komitmen Pemkot Bengkulu terkait kolaborasi yang akan memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pembangunan daerah. Kolaborasi ini juga harus diperkuat dengan tim kerja yang solid sehingga pemanfataan tanah bisa optimal, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Badan Bank Tanah Inisiasi Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanah Negara

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, kehadiran Badan Bank Tanah menjadi berkah untuk turut mendukung pembangunan di Kota Bengkulu dan memberikan kepastian kepada masyarakat melalui program reforma agraria.

“Pemerintah akan mengembalikan tanah pemerintah yang terlantar salah satunya eks HGB dari PT Hasfarm seluaas 17 ha. Kita juga telah membuat perjanjian untuk pemanfataan eks HGB tadi dan ini menjadi modal dasar bagi Kota Bengkulu yang nantinya tanah tersebut akan dibangun untuk fasilitas umum seperti sekolah hingga kawasan perkantoran,” jelasnya.

Untuk rencana pengembangan lahan eks HGB belum final. Dengan lokasi tanah dekat pelabuhan, nantinya juga akan digandeng kalangan investor untuk pengembangan sirkuit. Kepastian hukum akan didahulukan termasuk skema untuk pengembangan hunian bagi masyarakat.

Berita Terkait

Ekonomi

Resmi Harga BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir Tahun Asal …

Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan energi dengan harga terjangkau bagi...

Triwulan Satu 2026 Belanja Pemerintah Tetap Ngegas

Konflik baru di Timur Tengah sejak awal Maret 2026...

Menteri dan Wamen PKP Duduk Berdampingan Terima Arahan Presiden Soal Perumahan

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka,...

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Berita Terkini