Rumah Kantilever, Keren Sih Tapi Perhatikan Juga Risikonya
Setiap bangunan bisa menerapkan gaya desain yang beragam untuk kebutuhan, fungsi, maupun menonjolkan konsep bangunan. Salah satunya konsep kantilever, sebuah elemen struktural yang umumnya berbentuk balok atau pelat dengan posisi di lantai dua bangunan yang hanya ditopang pada satu ujungnya.
Penerapannya bisa ditancapkan ke dinding menggunakan kolom sehingga ujung lain dari balok atau pelat tersebut akan menonjol bebas tanpa penyangga. Dengan konsep kantilever tampilan elemen struktural bisa menciptakan visual sebagaian lantai dua bangunan yang melayang. Konsep kantilever banyak diterapkan pada bangunan modern dan kontemporer.
Dikutip dari laman Dekoruma Sabtu (04/04), beberapa ciri struktur kantilever yaitu memiliki tumpuan pada salah satu sisinya saja dan biasanya tertanam pada komponen utama bangunan sementara sisi lainnya “melayang”.
Terdapat struktur untuk menahan beban dengan bagian atasnya menanggung tegangan tarik sementara bagian bawah menanggung tegangan tekan. Dengan hanya mengandalkan satu tumpuan, balok elemen struktural ini harus memiliki perbandingan panjang yang ideal dengan bentang utama untuk menjaga keseimbangan.
Baca juga: Desain Rumah Praktis dan Efisien
Rumah yang menerapkan konsep ini akan memiliki kelebihan dan yang menjadikan konsep ini unik, bagian bawah elemen strukturalnya jadi menyediakan ruang terbuka yang cocok digunakan untuk tempat parkir kendaraan, teras, hingga kanopi.
Cara kerja elemen struktural yang hanya dengan satu tumpuan, memungkinkan karena bebannya dilimpahkan ke bagian yang menonjol tanpa tumpuan dan akan menarik struktur ke bawah. Karena hanya ada satu sisi yang memiliki tumpuan, bagian yang menempel ke dinding atau kolom bangunanlah yang akan menerima tekanan paling besar.
Kemudian beban tersebut akan diteruskan ke fondasi bangunan melalui dinding atau kolom tumpuan elemen struktural ini. Kebanyakan elemen struktural ini menggunakan konstruksi beton dengan baja tulangan yang diletakkan di area bagian atas dekat tumpuan. Kesimpulannya, kantilever bekerja dengan prinsip menahan momen lentur di titik tumpuan, bukan menopang beban di bagian ujung.
Sekarang kita bicara kelebihan dan kekurangan rumah dengan desain kantilever. Kelebihannya dari sisi tampilan visual yang modern, berkesan ringan, unik, hingga karakter yang futuristic karena meniadakan tiang penopang. Dampak plus lainnya bagian bawah elemen struktural akan terasa lebih lapang dan cocok digunakan untuk ruang maupun area spesifik lainnya.
Baca juga: Desain Rumah Tropis Harus Makin Merespon Alam
Kekurangannya dari sisi perhitungan struktur yang lebih rumit sehingga harus menggunakan tenaga profesional baik dari tim arsitektur hingga kontraktor. Seluruh perhitungannya harus presisi karena beban akan terpusat di satu titik. Lainnya adalah dari sisi biaya yang lebih mahal, jadi selain perhitungan rumit harus menggunakan tulangan yang tepat dan material berkualitas.
Konsep ini juga lebih rawan kerusakan khususnya saat ada kesalahan pada material, perhitungan, maupun desain. Salah perhitungan bisa membuat elemen struktural ini mengalami lengkung atau bahkan retak. Konsep ini juga kurang cocok untuk bentang panjang sehingga harus menggunakan kombinasi struktural lain untuk membantu menopang beban strukturnya.