Kamis, Mei 28, 2026
HomeBerita PropertiSiap-siap, Indowood Expo 2026 di Surabaya Awal Juni 2026

Siap-siap, Indowood Expo 2026 di Surabaya Awal Juni 2026

Indonesia kian memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri kayu dan mebel di Asia Tenggara. Pada kuartal pertama tahun 2025, ekspor mebel dan kerajinan tumbuh sebesar 2,18 persen secara tahunan (yoy), mencapai 698,64 juta dolar Amerika.

Capaian ini menempatkan industri mebel di Indonesia sebagai salah satu sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Melihat besarnya potensi industri tersebut, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Pablo Publishing kembali menyelenggarakan Indowood Expo 2026.

Event ini juga dijadikan sebagai momentum penting untuk mempercepat transformasi industri kayu dan mebel Indonesia menuju pasar global. Pameran ini akan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Grand City Surabaya, menghadirkan pelaku industri, produsen mesin, penyedia teknologi, hingga buyer internasional dalam satu platform bisnis terintegrasi.

Sebagai pameran yang berfokus pada industri forestry dan woodworking machinery, Indowood Expo 2026 akan menampilkan berbagai mesin dan teknologi terkini yang mendukung kebutuhan industri pengolahan kayu modern.

Baca juga: Mebel dan Kerajinan Indonesia Disukai Pasar Global

Beragam teknologi yang akan dipamerkan di antaranya 3D Scanner Auto Spray Machine, fully automatic double-end drilling machine, fire prevention system, paint coating production line, hingga berbagai solusi otomasi dan sistem produksi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi, presisi, produktivitas, serta kualitas hasil produksi industri kayu dan mebel nasional.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan dikarenakan Jawa Timur merupakan wilayah dengan konsentrasi pabrik mebel terbesar kedua di Indonesia sehingga memudahkan akses distribusi dan mobilisasi industri. Selain itu, Surabaya juga memiliki konektivitas perdagangan yang kuat ke berbagai wilayah di Pulau Jawa maupun Kalimantan, menjadikannya sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur dan mebel nasional.

Alasan lain, pertumbuhan sentra mebel dan industri woodworking di sekitar Surabaya turut mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap mesin dan teknologi modern guna memperbesar kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing industri nasional. Kehadiran teknologi otomasi dan mesin berpresisi tinggi kini menjadi kebutuhan utama industri untuk menjawab tantangan efisiensi produksi dan permintaan pasar global yang terus berkembang.

“Indowood Expo 2026 kami persiapkan sebagai platform strategis yang tidak hanya mempertemukan pelaku industri pengolahan kayu (woodworking) dan mebel tetapi juga membuka peluang kolaborasi, investasi, dan transfer teknologi bagi industri nasional,”ujar Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo melalui siaran pers yang diterbitkan Kamis (28/5).

Event ini juga akan menghadirkan exhibitors dari hulu ke hilir mulai dari supplier raw material, mesin dan peralatan pengolahan kayu, hingga teknologi dan software terkini yang mendukung pekerjaan industri ini agar lebih efisien dan bernilai jual tinggi.

Sebagai penyelenggara, Dyandra Promosindo berkomitmen menghadirkan ekosistem pameran yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan industri, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, penguatan jejaring bisnis internasional, hingga mendorong adopsi teknologi modern di sektor mebel dan kerajinan Indonesia.

Baca juga: 4 Hari Pameran Furnitur IFEX Catat Transaksi 300 Juta Dollar

Tidak hanya menghadirkan area pameran bisnis, Indowood Expo 2026 juga akan dilengkapi dengan rangkaian program seminar dan diskusi industri yang membahas perkembangan terbaru dalam teknologi produksi serta finishing mebel dan kerajinan. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi bagi para pelaku industri nasional agar mampu beradaptasi dengan tren pasar global yang semakin kompetitif.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menambahkan, industri mebel dan kerajinan Indonesia saat ini terus bergerak menuju transformasi yang lebih modern dan kompetitif dengan adaptasi terhadap teknologi produksi, otomasi, hingga inovasi finishing menjadi faktor penting agar pelaku industri nasional mampu meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar global.

“Kebutuhan terhadap mesin dan teknologi terkini semakin meningkat seiring pertumbuhan ekspor furnitur Indonesia dan berkembangnya sentra-sentra produksi di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur. Kehadiran pameran seperti Indowood Expo 2026 menjadi platform strategis untuk mempertemukan industri nasional dengan inovasi teknologi global,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Pakar UGM: Narasi Optimis Pemerintah Tidak Sesuai dengan Realitas

Terdapat jarak yang makin lebar antara narasi optimis pemerintah...

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Berita Terkini