Menggunakan KRL Berkontribusi Kurangi Emisi, Menengok Komitmen KAI Jadi Transportasi Hijau
Untuk terus mendukung upaya net zero emission (NZE) dan menekan polusi udara, KAI Commuter terus mengajak masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik khususnya Commuter Line (KRL).
Menurut VP Corporate secretary KAI Commuter Karina Amanda, langkah migrasi ini terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan jejak karbon (carbon footprint) di kawasan aglomerasi.
Berdasarkan data perhitungan emisi, efisiensi penekanan emisi karbon per kilometer sudah terbukti berdampak positif. Untuk setiap penumpang yang memilih Commuter Line menunjukkan angka pengurangan emisi karbon yang sangat masif jika dibandingkan dengan kendaraan pribadi.
“Menggunakan Commuter Line per orang hanya menghasilkan emisi sebesar ±19 hingga 41 gram CO₂/km. Angka tersebut jauh di bawah angka penggunaan mobil pribadi yang menghasilkan emisi sebesar ±170 hingga 192 gram CO₂/km atau sepeda motor yang menghasilkan emisi sebesar ±90 hingga 110 gram CO₂/km setiap orangnya,” jelasnya melalui siaran pers yang dikutip Selasa (2/6).
Melalui perbandingan tersebut, peralihan pengguna jalan dari kendaraan pribadi ke Commuter Line membawa dampak reduksi emisi yang nyata serta mampu memberikan pengurangan emisi karbon minimum sebesar 129 gram CO₂/km dan maksimum hingga 173 gram CO₂/km.
Baca juga: Transformasi KAI Efisienkan Konektivitas Hingga Kurangi Emisi
Ini artinya, setiap 1 kilometer perjalanan menggunakan KRL, seorang penumpang telah membantu mengurangi sekitar 130–170 gram CO₂ dibandingkan mengendarai mobil pribadiatau mengurangi emisi hampir 85 persen. Sementara peralihan dari sepeda motor mengurangi emisi karbon 49 gram CO2/km hingga 91 gram CO2/km.
Bukan hanya menekan emisi dari sektor angkutan penumpang, KAI Commuter juga secara konsisten mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh lini operasional perusahaan. Beberapa program keberlanjutan lingkungan yang telah berhasil diimplementasikan salah satunya melalui daur ulang seragam pegawainya.
KAI Commuter melakukan program pengelolaan limbah berkelanjutan dengan mendaur ulang pakaian seragam pegawai yang sudah tidak terpakai. Limbah kain tersebut diolah kembali dan dikonversi menjadi kain batik bernilai estetika serta berdaya guna tinggi.
Dalam operasionalnya seperti dalam perawatan armada sarana Commuter Line, seluruh depo KRL di lingkungan KAI Commuter kini mewajibkan penggunaan bahan kimia (chemical) khusus yang tersertifikasi aman dan ramah lingkungan sehingga limbah sisa pencucian tidak merusak ekosistem sekitar.
Baca juga: KAI Ajak Maudy Ayunda Dkk Traveling Promosikan Kereta Api
Sementara itu untuk pemanfaatan energi terbarukan juga telah dipasang pada gedung-gedung perkantoran dan depo kereta. KAI telah melakukan pemasangan panel surya (solar panel) untuk memasok kebutuhan listrik dengan kapasitas daya mencapai 202,5KWP.
“KAI Commuter berkomitmen penuh untuk menjadi moda transportasi yang tidak hanya diandalkan dari sisi ketepatan waktu dan kapasitas angkut tapi juga menjadi pelopor transportasi hijau di Indonesia. Setiap tiket perjalanan KRL yang dibeli oleh pengguna adalah kontribusi langsung dalam menyelamatkan bumi dari pemanasan global,” pungkas Karina.