Pengguna KRL Jabodetabek Terus Melonjak, KAI Akan Perluas Jalurnya ke Sukabumi, Cikampek, Merak
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, mobilitas masyarakat di greater Jakarta atau Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dengan KRL terus melonjak.
KRL adalah singkatan Kereta Rel Listrik. Jenis kereta api yang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber daya utama, di mana motor traksi dipasang langsung pada rangkaian kereta tanpa lokomotif terpisah. Di Indonesia, KRL identik dengan layanan commuter line.
Di lintasan Bogor (Jakarta-Depok-Bogor), pengguna KRL tercatat sebagai tertinggi. Kalau tahun 2022 jumlahnya mencapai 102.054.022 orang, tahun 2023 menjadi 133.040.885, tahun 2024 makin naik jadi 145.920.264, dan 2025 menjadi 155.009.997.
“Tahun ini selama Januari-Maret saja, jumlah pengguna KRL Bogor telah mencapai 38.203.481 pelanggan,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba melalui keterangan Jumat (10/4/2026).
Hal serupa terjadi di Cikarang Line (Jakarta-Bekasi), terutama sejak jalur KRL-nya diperluas menjadi dua atau double track tahun 2019. Kalau tahun 2015 frekuensinya baru 158 perjalanan per hari, tahun lalu telah mencapai 281 perjalanan per hari.
Volume penumpangnya juga melonjak. Kalau tahun 2022 mencapai 55.660.235 orang, tahun 2023 menjadi 71.636.443, tahun 2024 menjadi 84.426.385, dan tahun lalu mencapai 85.936.774.
Karena pertumbuhan jumlah pengguna yang terus melonjak itu, KAI melihat pentingnya penguatan layanan ke depan dengan memperluas elektrifikasi KRL ke titik yang lebih jauh. Saat ini elektrifikasi lintas Jakarta Kota–Bogor telah mencapai 54,674 km track dengan jalur ganda.

Hingga Sukabumi
Sementara pada saat yang sama, potensi pertumbuhan juga terlihat di lintas Bogor Paledang–Sukabumi melalui layanan KA Pangrango.
Jumlah pelanggannya meningkat dari 786.001 pada 2023 menjadi 874.789 pada 2024, dan 1.109.398 pelanggan pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, jumlah pengguna telah mencapai 281.659 pelanggan.
Pertumbuhan jumlah pengguna itu memperlihatkan, kawasan Sukabumi dan sekitarnya kini makin terhubung dengan pusat aktivitas di Jakarta dan Bogor.
Karena itu, perpanjangan elektrifikasi hingga Sukabumi akan menghadirkan peningkatan layanan yang lebih luas, efisiensi waktu tempuh, kapasitas yang lebih besar, hingga frekuensi perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dampaknya tidak berhenti pada layanan transportasi. Konektivitas yang makin kuat akan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru dan memperluas aktivitas masyarakat ke berbagai wilayah, sehingga pertumbuhan berlangsung lebih merata termasuk pertumbuhan permukiman,” jelas Anne.
Hal itu selaras dengan kebijakan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, 6 April 2026, terkait percepatan program perumahan rakyat secara nasional.
“Transportasi dan kawasan hunian saling terhubung membentuk pola kehidupan masyarakat. Dengan konektivitas yang makin luas, pertumbuhan dapat berlangsung lebih merata, membuka ruang bagi kawasan-kawasan yang berkembang dengan lebih rapi, nyaman, dan makin layak ditinggali,” ujar Anne.
Ditarik ke Cikampek
Sementara elektrifikasi di jalur Tanah Abang (Jakarta)-Cikarang saat ini telah mencapai 40,310 km. Yaitu, Tanah Abang–Manggarai 6,026 km, Manggarai–Jatinegara 2,662 km, Jatinegara–Bekasi 14,802 km, dan Bekasi–Cikarang 16,820 km.
Mobilitas masyarakat di Cikarang Line itu, berlanjut hingga arah Cikampek dan Purwakarta. Layanan KA Walahar Ekspres relasi Cikarang–Purwakarta misalnya, mencatat 2.116.286 pengguna pada 2022, kemudian menjadi 3.253.936 pada 2023, lalu 3.855.463 pada 2024, dan 4.084.928 pada 2025. “Selama Januari-Maret 2026 saja, jumlah penggunanya telah mencapai 1.065.973 orang,” ungkap Anne.
Hal yang sama terlihat pada KA Jatiluhur yang melayani relasi Cikarang–Cikampek. Jumlah penggunanya meningkat dari 219.177 pada 2022, menjadi 390.918 pada 2023, lalu 513.034 pada 2024, dan 1.197.919 pada 2025. Pada triwulan I 2026, sebanyak 346.664 pengguna telah menggunakan layanan kereta tersebut.
Peningkatan itu menunjukkan, kebutuhan perjalanan masyarakat terus bergerak hingga ke wilayah yang lebih jauh dari Cikarang. Ini menjadi dasar penting bagi pengembangan layanan lanjutan, termasuk perluasan elektrifikasi ke arah Cikampek. “Perluasan elektrifikasi akan membantu menghadirkan layanan yang lebih baik dan lebih mudah dijangkau masyarakat,” kata Anne.
Perluasan elektrifikasi ke Cikampek itu, juga selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, 4 November 2025, bahwa sistem perkeretaapian menjadi bagian penting pembangunan nasional untuk melayani masyarakat secara lebih luas.

Jakarta-Rangkasbitung
Di lintas Rangkasbitung (Jakarta-Serpong-Maja-Rangkasbitung), pertumbuhan pengguna KRLjuga konsisten meningkat. Kalau 2022 tercatat 43.317.716 pengguna, tahun lalu melonjak menjadi 77.552.716, dan selama triwulan satu tahun ini sudah mencapai 20.197.205 pengguna.
Pertumbuhan juga terlihat pada layanan KA lokal Rangkasbitung–Merak. Jumlah pengguna meningkat dari 3.617.478 pada 2023, menjadi 4.463.498 pada 2025, dan 1.134.514 pengguna selama Januari–Maret 2026. Karena itu di lintasan Rangkasbitung, perluasan elektrifikasi juga dibutuhkan.
Perluasan elektrifikasi itu bukan hanya meningkatkan layanan, tapi juga memberikan dampak terhadap lingkungan berupa pengurangan emisi.
Pada lintas Rangkasbitung misalnya, efisiensi emisi mencapai 2,69 hingga 2,83 juta ton CO₂e, lintas Bogor sekitar 4,16 hingga 4,37 juta ton CO₂e, dan lintas Cikarang sekitar 1,37 hingga 1,44 juta ton CO₂e. “Secara keseluruhan, tiga lintasan KRL itu menghasilkan efisiensi emisi sekitar 8,22 hingga 8,64 juta ton CO₂e,” terang Anne.
Dengan tren pengguna KRL yang terus meningkat, pengembangan layanan diarahkan untuk menjangkau lebih banyak kawasan. Kalau lintas Bogor berpotensi diperluas hingga Sukabumi, lintas Cikarang ke arah Cikampek, lintas Rangkasbitung hingga Merak.
“Pengembangan akan dilakukan secara bertahap, agar layanan bisa terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Harapannya, dengan perluasan elektrifikasi, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, makin nyaman, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” tutup Anne.